Ade mengaku, momen tersebut membuatnya semakin menyadari pentingnya peran tenaga kesehatan di lini terdepan.
Namun ironisnya, dedikasi itu belum diimbangi dengan kepastian status dan kesejahteraan yang layak.
Kisah Ade Ahmad Ramlan bukanlah satu-satunya. Ribuan tenaga honorer di seluruh Indonesia berada dalam posisi serupa: mengabdi tanpa jaminan, bekerja tanpa kejelasan status.
Mereka adalah wajah nyata dari sistem yang selama bertahun-tahun bergantung pada loyalitas individu tanpa memberikan perlindungan memadai.
Pengabdian seperti yang ditunjukkan Ade seharusnya menjadi cermin bagi para pembuat kebijakan, bahwa loyalitas tidak boleh dibalas dengan ketidakpastian.
Harapan Ade bersama para honorer lainnya agar memperoleh kepastian status, dalam waktu dekat bisa terwujud dengan diusulkannya menjadi PPPK paruh waktu.
"Kalau bukan sekarang, kapan lagi? Kami hanya ingin dihargai sebagaimana mestinya. Bukan karena kami menuntut lebih, tapi karena kami sudah memberikan semuanya," tutup Ade.