BACA JUGA:Rp15 Miliar untuk Renovasi Gedung Setda Kota Cirebon, Walikota Minta Bantuan KDM
BACA JUGA:Kodim 0614 Gelar Binkom, TNI dan Masyarakat Bersinergi Cegah Konflik Sosial di Kota Cirebon
Seleksi ketat itu meliputi 9 kriteria ilmiah, 5 tahapan evaluasi, dan Minimal 1 tahun penelitian.
Menurut AQUA, setiap proses yang dilalui melibatkan tim ahli dari berbagai disiplin ilmu. Antara lain para ahli geologi, hidrogeologi, geofisika, dan mikrobiologi.
“AQUA hanya menggunakan air dari akuifer dalam (kedalaman 60–140 meter), bukan dari air permukaan atau air tanah dangkal,” jelasnya lagi.
Lebih lanjut dikatakan bahwa sumber air yang digunakan terlindungi secara alami, bebas dari kontaminasi aktivitas manusia.
Di samping itu, aktivitas produksi AQUA tidak mengganggu penggunaan air masyarakat.
“Hal ini juga berdasarkan hasil studi hidrogeologi dari Universitas Gadjah Mada (UGM) dan Universitas Padjadjaran (Unpad) yang mengonfirmasi bahwa sumber air AQUA tidak bersinggungan dengan air yang digunakan masyarakat dan setiap penentuan titik sumber air AQUA telah melewati kajian dampak terhadap lingkungan dan masyarakat,” tulis AQUA dalam keterangannya.