Lingkungan sekolah mendorongnya untuk disiplin dan bertanggung jawab, seperti membersihkan kamar serta mengatur waktu belajar. Ia juga kini bisa makan teratur tiga kali sehari.
“Dulu aku tuh kayak orangnya males gitu. Terus di sini disiplin. Di sini juga aku makan teratur. Dulu tuh makan cuma sekali, kadang dua kali. Di sini aku makan tiga kali,” tuturnya.
Jumaroh berharap bisa meringankan beban ekonomi orang tua, membanggakan mereka, dan mewujudkan cita-citanya melalui fasilitas pendidikan yang diberikan pemerintah.
“Orang tua aku harapannya pengin aku tuh berguna bagi orang-orang di luar. Terus orang tua aku juga mau aku jadi anak perempuan satu-satunya yang bisa kuliah tinggi,” ucapnya.
Ia juga mendoakan orang tuanya agar selalu sehat dan berjanji akan belajar sungguh-sungguh demi mewujudkan cita-citanya.
“Sehat selalu buat kalian di rumah, terima kasih dari aku. Jumaroh di sini bakalan rajin belajar buat buktiin ke kalian kalau Jumaroh bisa sukses,” katanya.
Di akhir, Jumaroh menyampaikan rasa terima kasih tulus kepada Prabowo atas hadirnya Sekolah Rakyat yang memberinya kesempatan untuk terus belajar dan meraih mimpi.
“Terima kasih, Bapak Prabowo Subianto. Karena program Sekolah Rakyat, saya, Jumaroh, anak dari Bantar Gebang, punya harapan. Aku bisa belajar tanpa lelah, bermimpi tanpa batas. Terima kasih, Bapak Prabowo Subianto,” tutupnya.