“Pertumbuhan investasi di atas Rp2 triliun ini menjadi bukti bahwa Majalengka semakin dilirik investor. Kami ingin investasi yang masuk benar-benar berdampak bagi masyarakat melalui penyerapan tenaga kerja dan peningkatan ekonomi lokal,” ujarnya.
Eman juga mengatakan, Kabupaten Majalengka memiliki nilai lebih setelah beridirinya Bandara Internasional Jawa Barat (BIJB) Kertajati dan Tol Cipali.
Posisi Majalengka juga semakin strategis sebagai pintu gerbang ekonomi Jawa Barat di bagian timur. Terutama di sektor logistik dan industri manufaktur.
“Letak strategis Majalengka adalah modal besar. Tugas kami memastikan birokrasi tetap cepat, bersih, dan transparan agar kepercayaan investor terus terjaga,” tandasnya.
Bupati juga menyoroti Penanaman Modal Dalam Negeri atau PMDN sebesar Rp1,17 triliun. Eman senang sebab investor dalam negeri cukup dominan di Majalengka.