KUNINGAN – Massa yang mengatasnamakan Gerakan Massa Pejuang untuk Rakyat (Gempur) kembali berdemonstrasi terkait penolakan eksploitasi Gunung Ciremai. Kemarin (7/5) Gempur mendatangi kantor bupati sekitar pukul 09.00 WIB dengan membentangkan spanduk dan poster kecaman, menolak kehadiran PT Chevron. Koordinator aksi, Zakiyal Fuad dalam orasinya mendesak pemda untuk menyatakan penolakan tertulis terhadap PT Chevron. Sebab banyak kejanggalan pada proses penerbitan wilayah pertambangan dan penentuan wilayah kerja tambang (WKP). Selain itu, sebanyak 158 desa akan terkena dampak proyek geothermal (panas bumi) di Lereng Gunung Ciremai. “Kami akan melaporkan hal ini ke Komnas HAM agar bisa mengusut semua ini,” tandasnya. Selain itu, dia juga mengancam akan melaporkan kejanggalan tersebut ke KPK dan ICW. Hal itu karena penguasaan kekayaan bangsa, tanah dan air di dalamnya untuk kesejahtraan rakyat, namun malah dipersembahkan oleh para elite politik untuk para pemodal asing. “Makanya jika tidak ada kepastian dari pemda kami akan kembali berdemo dengan masa lebih banyak lagi,” teriak Zaki. Koordinator Gempur Oki Satrio mengatakan, pihaknya menolak untuk berdiskusi dengan eksekutif. Sebab keputusan Gempur bukan ditentukan oleh segelintir orang, melainkan ribuan warga yang berada di kaki gunung. “Hajat Gempur ini sebagai pembelaan dan pengabdian terhadap lingkungan masyarakat, jadi kami menolak ajakan pemda untuk berdiskusi dalam mengambil keputusan,“ tandasnya. Dalam menyikapi aksi, Sekda Drs H Yosep Setiawan MSi berharap agar masyarakat tidak terpancing isu penjualan gunung. “Kami tidak mau mencuatnya isu ini memicu konflik vertikal dan horizontal,” ujarnya. Dia melanjutkan, pemerintah belum mengeluarkan izin operasional terhadap pengembangan dan pemanfaatan panas bumi. Sebab masih melakukan kajian dari berbagai aspek. “Jika geothermal menyengsarakan masyarakat lebih baik tidak diizinkan,” tandas Yosep. Penolakan rencana penggunaan energi panas bumi, tambah dia, mestinya jangan hanya diarahkan ke eksekutif saja. Pihak legislatif pun jelas memiliki tanggung dan berkewajiban dalam menentukan hal ini. “Permasalahan ini segera tuntas jika dilakukan pengkajian bersama, jangan menghujat pemda saja,” pintanya. (ded)
Massa Kembali Kecam Chevron
Kamis 08-05-2014,13:41 WIB
Reporter : Dedi Darmawan
Editor : Dedi Darmawan
Tags :
Kategori :
Terkait
Terpopuler
Minggu 27-09-2026,16:29 WIB
8 Tanaman Hias Indoor yang Mudah Dirawat, Tahan Minim Cahaya, Hunian Makin Asri & Cocok di Berbagai Ruangan
Minggu 27-09-2026,19:00 WIB
Misteri Kematian Istri Dokter Cirebon, Puslabfor Turun Tangan Periksa Rumah di Babakan
Minggu 27-09-2026,12:30 WIB
Bukan Sekadar Model, 9 SUV Bekas Harga Rp130 Jutaan Punya Keunggulan Kapasitas, Mesin, Fitur dan Kenyamanan
Minggu 27-09-2026,14:32 WIB
6 Motor Listrik Paling Tangguh Buat Touring Jarak Jauh, Kecepatan Tinggi & Baterai Awet!
Minggu 27-09-2026,11:00 WIB
5 Fakta Menarik Timnas Indonesia VS Singapura di FIFA ASEAN Cup 2026, Full Naturalisasi dan Tradisi Ditiadakan
Terkini
Senin 28-09-2026,09:00 WIB
PKKMB STMIK IKMI Cirebon Resmi Dibuka, 231 Mahasiswa Baru Bersiap Kenali Dunia Kampus
Senin 28-09-2026,08:41 WIB
Mobil Listrik Changan Nevo Q05 Baru Diperkenalkan, Pesanannya Langsung Tembus 1.000 Unit!
Senin 28-09-2026,08:40 WIB
6 Mobil Bekas 7-Seater AC Double Blower, Harga Rp100 Jutaan dengan Kabin Sejuk dan Pilihan MPV-SUV
Senin 28-09-2026,08:00 WIB
6 Tanaman Hias Indoor yang Bikin Rumah Adem & Estetik, Nomor 5 Disebut Ampuh Bersihkan Udara!
Senin 28-09-2026,07:39 WIB