Menurut pihak kepolisian, analisis dari Puslabfor sangat krusial karena mampu memberikan hasil laboratorium forensik yang menjadi dasar teknis dalam menentukan dugaan penyebab kebakaran, apakah berasal dari korsleting listrik, kelalaian manusia, atau faktor lain.
Sementara itu, Kuwu Desa Lemahabang Kulon, Rudiana menyampaikan, total ada 236 los dan 15 kios yang habis dilalap api.
Ia menuturkan, pihak pemerintah desa segera mengambil langkah cepat dengan menyiapkan area relokasi bagi para pedagang agar kegiatan ekonomi dapat kembali berjalan.
“Kami sudah melakukan survei lokasi untuk pasar darurat. Pedagang akan kami prioritaskan agar bisa berjualan kembali secepatnya."
"Pendataan sedang dilakukan, terutama pedagang yang aktif berjualan. Perkiraan kerugian bangunan dan barang mencapai sekitar Rp2 miliar,” ujarnya.
Rudiana menambahkan, pihak desa juga berencana membuka posko layanan informasi untuk membantu para pedagang yang membutuhkan data resmi kerugian, keperluan administrasi, hingga proses laporan asuransi bagi yang memiliki perlindungan usaha.
Salah satu penjaga Pasar Lemahabang Kulon yang juga saksi kunci dalam peristiwa ini, Topik Imanudin mengungkapkan, ia berada di area depan pasar saat kebakaran terjadi.
“Saya melihat asap dari bagian dalam pasar, lalu langsung masuk dan membuka seluruh pintu agar warga bisa membantu."
BACA JUGA:Rumah Ditinggal Mudik Saat Nataru? Damkar Cirebon Ingatkan Bahaya Kebakaran Mengintai
"Api sudah besar saat itu dan cepat sekali menyebar. Titik awal berada di Kios 1 dekat penjual kelapa,” ungkapnya.
Menurut Topik, kondisi pasar yang sepi memperparah situasi karena tidak ada pedagang yang menyadari kebakaran sejak awal.
Ia kemudian bergegas melapor ke Pos Damkar Lemahabang untuk meminta penanganan.
Kebakaran tersebut diduga cepat membesar karena struktur bangunan yang banyak menggunakan material mudah terbakar, seperti kayu dan lapak semi permanen.
Ditambah lagi, banyak pedagang yang masih menyimpan barang mudah terbakar seperti plastik, kain, minyak goreng, dan kemasan kardus.
Hingga kini, proses penyelidikan penyebab kebakaran masih terus dilakukan. Polresta Cirebon meminta masyarakat untuk tidak berspekulasi dan menunggu hasil resmi dari Puslabfor Polri.
Pemerintah desa juga mengimbau pedagang untuk tetap tenang dan mengikuti arahan relokasi sementara.