Kondisi tersebut diperparah oleh tumpukan sampah yang menyumbat salah satu sisi aliran.
“Saya sudah berkomunikasi dengan pihak BBWS Cisanggarung karena ini kewenangannya."
"Saya kirimkan foto kondisi jembatan tersebut dan mudah-mudahan segera dilakukan survei untuk menentukan langkah perbaikan,” jelasnya.
Bupati menegaskan, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Majalengka tidak ingin persoalan banjir ini dibiarkan berlarut-larut dengan saling melempar kewenangan.
“Kalau terus saling lempar, masyarakat yang jadi korban. Ini tidak boleh dibiarkan. Kita akan duduk bersama, baik dengan BBWS maupun OPD terkait, untuk menentukan peran dan langkah penanganan ke depan,” tegasnya.
Sementara itu, Kepala Desa Kasturi Yadi Supriadi mengatakan pihaknya bersama pemerintah desa (Pemdes), BPBD, dan unsur terkait terus melakukan koordinasi dan siaga di lokasi terdampak.
BACA JUGA:Ratusan Rumah di Mundu Terendam Banjir, Hari Ini Warga Bersih-bersih
“Kami terus melakukan pendataan dan penanganan darurat. Aparat di lapangan tetap siaga, terutama menghadapi potensi hujan susulan,” ujarnya.
Salah seorang warga terdampak banjir, Dede (38) mengaku air datang dengan cepat setelah hujan deras cukup lama sehingga merendam rumah dalam waktu singkat.
“Air masuk cukup cepat setelah hujan deras. Banyak rumah terendam setinggi lutut dan kami hanya sempat menyelamatkan barang seadanya."
"Kami bersyukur Pak Bupati datang langsung melihat kondisi kami dan berharap ada solusi agar banjir tidak terulang,” tuturnya.
Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Majalengka mengimbau masyarakat untuk tetap waspada terhadap potensi cuaca ekstrem serta segera melaporkan kondisi darurat kepada aparat setempat agar dapat ditangani dengan cepat. (ono)