Tak hanya dari sisi fisik, Hodak juga menilai mental dan motivasi pemain berada di titik tertinggi.
Laga melawan Persija menjadi pertandingan terakhir di putaran pertama Super League 2025/26, sehingga kemenangan sangat krusial untuk menjaga posisi Persib di papan atas klasemen.
“Suasananya sangat bagus. Saya tidak perlu memotivasi mereka. Semua pemain agresif, berlari dengan penuh semangat, dan siap tampil,” tambahnya.
Sementara itu, penjaga gawang Teja Paku Alam juga mengalihkan fokus sepenuhnya ke laga kontra Persija. Kiper kelahiran 14 Maret 1994 tersebut tak ingin larut dalam kekecewaan usai Persib gagal meraih kemenangan saat melawan Persik Kediri.
Menurut Teja, hasil di laga sebelumnya menjadi pelajaran penting agar tim tampil lebih fokus dan disiplin, terutama dalam pertandingan sebesar El Clasico.
“Kita harus terus belajar. Di pertandingan sebelumnya kita kehilangan dua poin, jadi penting bagi kami untuk memperbaiki fokus di laga selanjutnya,” ungkap Teja.
Ia menegaskan, setiap pertandingan di Super League memiliki tingkat kesulitan tinggi, terlebih duel sarat gengsi seperti Persib vs Persija.
“Sebagai penjaga gawang, kami dituntut untuk tetap fokus selama 90 menit, 95 menit, bahkan lebih. Kami ingin Persib tetap kompetitif di papan atas,” tegasnya.
Dengan kondisi pemain yang nyaris sempurna, dukungan penuh Bobotoh, serta motivasi tinggi untuk menutup putaran pertama dengan kemenangan, Persib Bandung siap menghadapi Persija Jakarta dalam laga El Clasico yang diprediksi berlangsung sengit dan penuh emosi.