Indra menyebutkan bahwa pihaknya terus melakukan koordinasi dengan dinas teknis terkait untuk melakukan pemantauan berkala.
BACA JUGA:Liburan Edukatif Anak di Cirebon, Aston Hadirkan Playdate Package Penuh Aktivitas Seru
BACA JUGA:Univ Day SMAN 1 Cirebon: Alumni Sukses Bongkar Kunci Lolos PTN dan Raih Masa Depan Gemilang
Apabila ditemukan pohon yang dinilai membahayakan, BPBD akan segera melakukan penanganan cepat guna mencegah terjadinya kejadian yang tidak diinginkan.
“Kami juga mengajak masyarakat untuk aktif melaporkan apabila menemukan pohon yang berpotensi tumbang. Pemangkasan akan dilakukan secara situasional agar tidak menimbulkan dampak lanjutan, seperti kemacetan atau terganggunya aktivitas warga,” jelasnya.
Tak hanya itu, BPBD turut mengingatkan masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan terhadap berbagai potensi bencana hidrometeorologi lainnya.
Kondisi cuaca ekstrem dapat berdampak pada aktivitas harian, terutama perjalanan darat, laut, dan udara, serta kegiatan di luar ruangan termasuk aktivitas wisata.
Imbauan BPBD tersebut sejalan dengan prakiraan cuaca yang dirilis Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG).
BMKG mencatat adanya potensi peningkatan curah hujan disertai angin kencang di wilayah Kuningan dan sekitarnya.
BMKG juga mendeteksi keberadaan Bibit Siklon Tropis 91S dan 92P yang berada di Samudra Hindia selatan Nusa Tenggara Barat serta wilayah Teluk Carpentaria.
Fenomena ini memperkuat daerah konvergensi berskala luas di wilayah selatan Indonesia, termasuk Pulau Jawa.
Selain itu, dalam sepekan ke depan diperkirakan terjadi peningkatan aktivitas Monsun Asia yang disertai Cross Equatorial Northerly Surge (CENS).
Kondisi tersebut mendorong aliran udara lembap melintasi ekuator menuju wilayah selatan Indonesia, sehingga meningkatkan potensi hujan lebat dan angin kencang.
Berdasarkan prospek cuaca terbaru periode 22–29 Januari 2026, sebagian besar wilayah Indonesia diprediksi mengalami hujan dengan intensitas ringan hingga lebat.
BMKG pun mengimbau masyarakat agar tetap waspada dan siap menghadapi kemungkinan cuaca ekstrem yang dapat terjadi sewaktu-waktu.