Meski belum dipakai untuk superflu, ruang isolasi tetap digunakan untuk penyakit menular lainnya.
Rumah sakit juga menyiapkan mekanisme surveilans dan pelaporan langsung ke Dinas Kesehatan jika ada pasien suspek.
Siapa yang Paling Rentan?
Dr. Adetya menegaskan, superflu mirip influenza biasa dalam gejala: demam tinggi, batuk, pilek, nyeri otot, dan lemas.
Nama “superflu” muncul karena virus H3N2 subclade K menular lebih cepat dan terkadang memicu lonjakan kasus di beberapa wilayah.
Kelompok yang paling rentan meliputi:
• Ibu hamil
• Anak-anak
• Lansia
• Pasien dengan penyakit kronis seperti kanker, gagal ginjal, diabetes, dan penyakit paru
“Segera waspadai sesak napas pada kelompok rentan,” tegas dr. Adetya.
Pencegahan dan Kewaspadaan
Kementerian Kesehatan belum mengeluarkan instruksi khusus, selain meningkatkan kewaspadaan dan promosi kesehatan.
Hingga Desember 2025, tercatat 62 kasus superflu di Indonesia.
Masyarakat disarankan:
• Terapkan perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS)