RADARCIREBON.COM - Rumah Sakit Daerah Gunung Jati (RSDGJ) Kota Cirebon memastikan hingga kini belum ada pasien yang didiagnosis superflu atau Influenza A H3N2 subclade K.
Meski demikian, rumah sakit rujukan utama wilayah Ciayumajakuning ini tetap siaga menghadapi kemungkinan munculnya kasus superflu. Penyakit ini dikenal cepat menular dan memicu kekhawatiran global.
Dr Adetya Rahma Dinni SpP, Ketua Tim Emerging Disease RSD Gunung Jati, menjelaskan bahwa masyarakat masih banyak datang ke rumah sakit dengan keluhan flu, tetapi belum ada indikasi superflu.
“Sampai hari ini, kami belum menangani kasus superflu,” kata dr Adetya, belum lama ini.
BACA JUGA:Tidak Ada Lagi Afirmasi Honorer, BKN Minta Sisa Non-ASN Ikut Seleksi CASN
BACA JUGA:Pelarian Berujung Tabrak Lari, Ini Kronologi Penculikan Gagal oleh 3 Warga Cirebon di Jawa Tengah
Gejala yang umum ditemui tetap mirip influenza biasa: batuk, demam, nyeri otot, pilek, dan lemas. Hanya sebagian kecil kasus berat yang mengalami sesak napas.
Kasus Pneumonia Mulai Meningkat
Selain flu, pihak rumah sakit mencatat ada peningkatan kasus pneumonia. Namun, dr. Adetya menegaskan, kenaikan ini masih terkendali dan belum menimbulkan risiko superflu.
“Kasus pneumonia memang naik, tetapi belum signifikan dan masih dalam kapasitas layanan kami,” jelasnya.
BACA JUGA:Update Longsor Bandung Barat: 16 Tewas, 76 Warga Masih Hilang di Pasirlangu
BACA JUGA:23 Marinir Belum Ditemukan usai Longsor di Cisarua Bandung Barat, Ini Daftarnya
Ruang Isolasi Lengkap Siap Digunakan
RSD Gunung Jati menyiapkan ruang isolasi dengan fasilitas lengkap, mirip isolasi Covid-19, khusus untuk penyakit menular yang ditularkan lewat udara.
Ruangan ini memiliki tekanan negatif, tenaga medis terlatih, dan enam tempat tidur siap digunakan jika muncul pasien superflu.