RADARCIREBON.COM – Pagi belum sepenuhnya terang ketika sebuah mobil boks meninggalkan dapur Makan Bergizi Gratis (MBG) Kesambi Baru, Kota Cirebon.
Jarum jam baru menunjuk pukul 06.00 WIB. Namun bagi sebagian orang, inilah awal hari yang paling berarti—bahkan awal hidup yang baru.
Di balik dapur yang sudah sibuk sejak dini hari itu, bukan hanya nasi, lauk, dan sayur yang dipersiapkan.
Ada cerita tentang pekerjaan yang datang setelah lama ditunggu. Tentang penghasilan yang akhirnya rutin. Tentang martabat yang perlahan kembali berdiri tegak.
BACA JUGA:MBG Menggerakkan Ekonomi Daerah: Dapur Gizi Hidupkan UMKM dan Serap Ribuan Tenaga Kerja
Kassandra dan Yosep Fucari Naibaho adalah dua dari puluhan nama yang hidupnya berubah arah berkat program MBG.
Dulu, mereka sama-sama akrab dengan ketidakpastian. Kini, hari-hari mereka diisi rutinitas kerja yang jelas dan penghasilan yang lebih terjamin.
Dari Catering Pas-pasan ke Penghasilan Lebih Aman
Kassandra (45), warga Kesambi Baru, tak perlu menempuh perjalanan jauh untuk bekerja. Rumahnya tepat berada di seberang dapur MBG.
BACA JUGA:Target Walikota, Normalisasi Sungai Sukalila Cirebon Rampung Tahun Ini
BACA JUGA:Tragis, Bocah 10 Tahun Ditemukan Tewas Mengambang di Sungai Sumbermas Indramayu
Beberapa langkah kaki saja. Namun jarak perubahan hidup yang ia rasakan terasa begitu jauh.
Selama 25 tahun, Kassandra berkutat di dunia katering. Pengalamannya panjang, tetapi penghasilannya tak pernah benar-benar cukup.