Menurutnya, pengemudi ojek online memiliki posisi strategis karena mobilitas mereka yang tinggi dan jangkauan wilayah yang luas.
Dengan keberadaan bengkel ini, Polresta Cirebon ingin memastikan para pengemudi ojol merasa menjadi bagian dari sistem keamanan wilayah.
“Kami ingin para pengemudi ojek online merasa dilibatkan, diperhatikan, dan dilindungi."
"Ketika Polri dan masyarakat bergerak bersama, maka stabilitas kamtibmas dapat terjaga secara berkelanjutan,” tambahnya.
Lebih lanjut, AKBP Eko menegaskan bahwa keamanan dan ketertiban masyarakat bukan semata-mata tanggung jawab Polri.
Dibutuhkan kolaborasi seluruh elemen masyarakat untuk menciptakan lingkungan yang aman dan kondusif.
BACA JUGA:Apel Supeltas Digelar, Polresta Cirebon Ajak Masyarakat Jaga Ketertiban Jalan
“Keamanan wilayah tidak bisa hanya dibangun oleh Polri sendiri. Dibutuhkan partisipasi aktif masyarakat, termasuk komunitas ojek online, sebagai bagian dari solusi untuk menjaga Kabupaten Cirebon tetap aman dan nyaman,” ungkapnya.
Melalui peresmian Bengkel Ojol Kamtibmas ini, Polresta Cirebon berharap sinergi antara Polri dan pengemudi ojek online semakin kuat.
Kehadiran bengkel tersebut diharapkan mampu meningkatkan rasa aman, mempererat komunikasi, serta mendorong peran aktif pengemudi ojol dalam mendukung tugas-tugas kepolisian di lapangan.
Langkah ini sekaligus menjadi inovasi pelayanan Polri yang humanis dan adaptif terhadap perkembangan masyarakat, khususnya dalam merangkul komunitas transportasi online sebagai mitra strategis dalam menjaga stabilitas kamtibmas di wilayah hukum Polresta Cirebon. (*)