Satu Lagi SPPG di Indramayu Siap Beroperasi, Bakal Layani 3.000 Penerima MBG

Sabtu 31-01-2026,18:32 WIB
Reporter : Anang Syahroni
Editor : Asep Kurnia

Sebagai pelopor dapur MBG pertama di Kabupaten Indramayu, Kasan juga menekankan pentingnya kehati-hatian dan tanggung jawab para pengelola SPPG, termasuk memastikan kualitas bahan baku yang digunakan serta menggunakan air mineral dalam proses pengolahan makanan.

"Kami pelopor dapur MBG di Indramayu, sehingga sering melakukan uji coba dan evaluasi. Jaga kualitas bahan dan gunakan air mineral. Pastikan penerima benar-benar merasakan manfaat MBG," ungkapnya.

Khusus untuk penerima manfaat kelompok B3, sambung Kasan, pihaknya bakal melakukan beberapa langkah agar pemberian MBG benar-benar tepat sasaran.

"Untuk balita, timbang berat badan sebelum menerima dan setelahnya. Begitu juga bagi ibu hamil dan menyusui, harus disesuaikan," ujarnya.

BACA JUGA:DP3AKB Jabar Fokus Pemulihan Psikologis Warga Pascabencana Longsor di KBB

Ia berharap, dengan semakin banyaknya dapur MBG di Kabupaten Indramayu, program ini mampu menekan angka stunting, meningkatkan asupan gizi anak, serta meningkatkan derajat kesehatan masyarakat.

"SPPG juga harus menyerap produk lokal sesuai arahan BGN, sehingga pertumbuhan ekonomi tidak hanya menjadi harapan, tetapi benar-benar terwujud,” tuturnya.

Sementara itu, Kepala SPPG Indramayu Terisi Rajasinga, Wildan Firdaus Firmansyah, mengatakan SPPG yang dipimpinnya dijadwalkan mulai beroperasi pada awal Februari 2026. 

Pada tahap awal, sesuai petunjuk teknis, SPPG akan melayani sekitar 1.000 penerima manfaat dan meningkat hingga 3.000 penerima manfaat pada pekan keempat Februari 2026.

"Dari total 3.000 penerima manfaat, sebanyak 600 di antaranya merupakan kategori B3. Untuk sekolah, terdapat 21 sekolah mulai dari tingkat TK hingga SMK,” jelas Wildan.

BACA JUGA:Gempa Magnitudo 2,7 Guncang Sumedang dan Bandung Pagi Ini, BMKG Imbau Warga Tetap Waspada

Menindaklanjuti arahan penanggung yayasan, pihaknya memastikan penggunaan bahan baku berkualitas serta air mineral dari pemasok lokal.

"Terkait relawan, mayoritas berasal dari masyarakat lokal Desa Rajasinga dan Jatimulya. Mudah-mudahan dengan hadirnya SPPG ini dapat memberikan dampak positif bagi masyarakat sekitar serta layanan terbaik bagi penerima manfaat," pungkasnya. (oni)

Kategori :