Bulan Sya’ban: Jembatan Spiritual Menuju Ramadhan yang Sering Diremehkan

Senin 02-02-2026,08:26 WIB
Reporter : Tatang Rusmanta
Editor : Tatang Rusmanta

Ketika beliau bertanya mengapa Nabi banyak berpuasa di bulan Sya’ban, Rasulullah menjelaskan bahwa Sya’ban adalah bulan yang sering dilalaikan manusia karena berada di antara Rajab dan Ramadhan.

BACA JUGA:Pesisir Cirebon Kembali Kumuh, Sampah Kiriman dan Ulah Warga Jadi Sorotan

BACA JUGA:Azarel Caesario, Siswa SMP Al Azhar Cirebon Lancar Khotmil Qur’an, Orang Tua Terharu

Dalam hadis tersebut, Rasulullah juga menyebutkan bahwa Sya’ban adalah bulan diangkatnya amalan kepada Allah. 

Karena itu, beliau sangat menyukai ketika amalnya diangkat dalam keadaan berpuasa. Hadis ini menunjukkan bahwa ibadah di bulan Sya’ban memiliki nilai khusus, terutama karena dilakukan di saat banyak orang lengah.

Selain itu, malam Nisfu Sya’ban juga dikenal sebagai malam penuh ampunan. 

Pada malam pertengahan bulan Sya’ban, Allah membuka pintu rahmat dan pengampunan-Nya bagi hamba-hamba-Nya, kecuali bagi mereka yang masih menyimpan permusuhan, kesyirikan, dan kebencian yang belum diselesaikan.

Amalan Sunnah yang Dianjurkan di Bulan Sya’ban

Bulan Sya’ban adalah waktu terbaik untuk memperbanyak amalan sunnah sebagai latihan sebelum Ramadhan. Rasulullah mencontohkan dengan memperbanyak puasa sunnah di bulan ini. 

Puasa Sya’ban membantu fisik dan mental seorang Muslim agar lebih siap menghadapi puasa wajib Ramadhan.

Selain puasa, memperbanyak istighfar dan taubat menjadi amalan yang sangat dianjurkan. Sya’ban adalah momen membersihkan hati, menyadari kesalahan, dan kembali kepada Allah dengan penuh kerendahan diri.

Amalan lain yang tak kalah penting adalah memperbanyak shalawat kepada Nabi Muhammad. 

Bulan Sya’ban sering disebut sebagai bulan shalawat, karena menjadi waktu untuk memperkuat cinta dan keteladanan kepada Rasulullah sebelum memasuki bulan diturunkannya Al-Qur’an.

Membaca Al-Qur’an, memperbaiki kualitas shalat, serta memperbanyak sedekah juga sangat dianjurkan. 

Semua amalan ini menjadi bentuk latihan keistiqamahan agar Ramadhan tidak hanya semangat di awal, tetapi konsisten hingga akhir.

Doa Menyambut Bulan Sya’ban

Kategori :