Ulama juga menekankan pentingnya kehati-hatian setelah muntah. Jika ada sisa muntahan yang kembali tertelan dengan sengaja, maka hal tersebut bisa membatalkan puasa meskipun muntahnya tidak direncanakan.
Tips Mencegah Mual dan Muntah Saat Puasa
Agar puasa tetap nyaman dan terhindar dari risiko mual, berikut beberapa langkah yang bisa diterapkan:
1. Kurangi Konsumsi Makanan Pedas dan Berminyak Saat Sahur
Makanan berlemak dan pedas dapat memicu naiknya asam lambung serta gangguan pencernaan. Pilih menu sahur yang ringan, rendah lemak, dan mudah dicerna agar lambung lebih nyaman sepanjang hari.
2. Makan Secukupnya dan Tidak Terburu-buru
Makan berlebihan atau terlalu cepat dapat membuat perut terasa penuh dan begah. Biasakan makan dengan porsi wajar dan mengunyah secara perlahan agar sistem pencernaan bekerja lebih optimal.
3. Jangan Langsung Tidur Setelah Sahur
Langsung berbaring setelah makan dapat meningkatkan risiko asam lambung naik ke kerongkongan. Beri jeda sekitar 30–60 menit sebelum tidur agar proses pencernaan berjalan dengan baik.
4. Penuhi Asupan Cairan Tubuh
Kurang cairan bisa menyebabkan pusing dan mual saat berpuasa. Pastikan tubuh tetap terhidrasi dengan minum air putih yang cukup saat sahur dan berbuka. Hindari minuman berkafein dan bersoda.
5. Batasi Aktivitas Fisik Berat
Aktivitas fisik berlebihan dapat menguras energi dan cairan tubuh. Jika ingin berolahraga, pilih aktivitas ringan seperti jalan santai, yoga, stretching, atau bersepeda ringan selama 30–60 menit, terutama menjelang waktu berbuka.
Kesimpulan
Jadi, apakah muntah membatalkan puasa? Jawabannya tergantung pada penyebabnya. Jika muntah terjadi tanpa disengaja, puasa tetap sah. Namun, jika dilakukan dengan sengaja, maka puasa batal dan wajib diganti di lain hari.
Dengan memahami perbedaan ini serta menjaga pola makan dan gaya hidup yang sehat, kamu bisa menjalankan ibadah puasa dengan lebih tenang, nyaman, dan sesuai tuntunan agama.