Korban Banjir Cirebon Masih Butuh Bantuan, Ini yang Diperlukan!

Sabtu 07-02-2026,15:31 WIB
Reporter : Dedi Haryadi
Editor : Asep Kurnia

Hingga kini banjir masih merendam dua desa di Kecamatan Gunungjati, yakni Desa Klayan dan Desa Adidharma. 

Meski air sudah berangsur surut dan kini menyisakan sekitar 60 sentimeter, warga masih khawatir air kembali naik jika hujan turun dan debit kiriman dari hulu meningkat. 

BACA JUGA:DPRD Tinjau Layanan Adminduk dan Penerapan Aplikasi Srikandi

Banjir tersebut terjadi sejak Jumat sore akibat intensitas hujan yang turun deras dan cukup lama. 

Sementara itu, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) mengungkapkan penyebab banjir melanda 4 desa di dua kecamatan di Kabupaten Cirebon, Jumat 6 Februari 2026 kemarin.

Laporan dari Unit Data dan Informasi Pusdalops PB BPBD Kabupaten Cirebon menyebutkan, banjir merendam ratusan rumah di Desa Sutawinangun Kecamatan Kedawung, Desa Klayan, Desa Jatimerta, dan Adidharma Kecamatan Gunungjati, banjir.

Menurut BPBD Kabupaten Cirebon, banjir yang merendam empat desa tersebut, karena meluapnya air Sungai Kedung Pane dan Sungai Pekik.

Wilayah yang menjadi lintasan kedua aliran sungai tersebut, terendam banjir akibat debit air sangat tinggi.

Selain itu, hujan deras yang mengguyur wilayah Kabupaten Kuningan yang menjadi hulu serta Kabupaten Cirebon dan Kota Cirebon dalam durasi lama, menjadikan sungai tidak mampu menampung air.

Faktor lainnya, sendimentasi sungai serta kurangnya resapan air dan drainase yang buruk, menyebabkan banjir dan air masuk ke pemukiman penduduk.

Update data BPBD Kabupaten Cirebon per tanggal 7 Februari 2026 menyebutkan, jumlah rumah warga di Kabupaten Cirebon yang terendam banjir, total 770 rumah.

Jumlah tersebut terbagi di dua wilayah. Di Desa Sutawinangun, Kecamatan Kedawung, sebanyak 415 bangunan, dan 355 rumah warga di Desa Adidharma, Kecamatan Gunungjati.

Dari total ratusan bangunan yang terendam banjir, terdapat fasilitas sekolah dan tempat ibadah.

Banjir yang melanda Desa Sutawinangun, ikut merendam 10 tempat ibadah dan 2 bangunan sekolah. 

Sementara di Desa Adidharma, satu bangunan sekolah dan satu tempat ibadah ikut menjadi korban banjir.

Adapun ketinggian air saat banjir melanda Desa Sutawinangun, mencapai 30 cm hingga 150 cm. Di Desa Adidharma, ketinggian air yang masuk pemukinam penduduk mencapai 20 cm hingga 40 cm.

Kategori :