RADARCIREBON.COM – Curah hujan dengan intensitas ringan hingga lebat yang mengguyur wilayah Kabupaten Kuningan kembali memicu bencana tanah longsor.
Kali ini, peristiwa tersebut terjadi di Desa Cipakem, Kecamatan Maleber, dan menyebabkan kerusakan pada dapur semi permanen milik warga setempat.
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Kuningan menyebutkan, longsor dipicu oleh runtuhnya tembok penahan tanah (TPT) yang berada di halaman depan rumah warga.
Struktur penahan tersebut tidak mampu menahan tekanan tanah akibat hujan yang turun dalam durasi cukup lama.
BACA JUGA:7 HP Infinix Terbaik 2026, Performa Kencang, Baterai Tahan Lama, Harga Tetap Ramah
BACA JUGA:Mensos Gus Ipul Ungkap 13,5 Juta BPJS Kesehatan PBI Dinonaktifkan, Bantuan Dialihkan
Kepala Pelaksana BPBD Kuningan, Indra Bayu Permana, menjelaskan bahwa TPT yang ambrol memiliki panjang sekitar lima meter, tinggi empat meter, serta lebar kurang lebih satu meter.
Kondisi tersebut menyebabkan material tanah dan bangunan langsung meluncur ke bawah dan menimpa bangunan di sekitarnya.
“Intensitas hujan yang cukup lama membuat struktur tanah menjadi labil, sehingga tembok penahan tidak kuat menahan beban dan akhirnya longsor,” ujar Indra, Sabtu (7/2).
Material longsoran tersebut menghantam dapur semi permanen milik Maman (53), warga Desa Cipakem.
Dapur berukuran sekitar 4 x 2 meter itu diketahui digunakan oleh dua kepala keluarga dengan total empat jiwa.
Akibat tertimpa longsor, bangunan dapur mengalami kerusakan berat hingga ambruk.
Tak hanya itu, tebing di halaman depan rumah milik Sarmi (62) juga ikut terdampak.
Rumah tersebut dihuni oleh dua kepala keluarga dengan jumlah lima jiwa, sehingga potensi risiko sempat meningkat.