Tidak Terima Disebut 'Maling', Pentolan LSM Akar Bersitegang dengan Kelompok Massa

Sabtu 14-02-2026,12:01 WIB
Reporter : Asep Kurnia
Editor : Asep Kurnia

KUNINGAN, RADARCIREBON.COM - Pentolan Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Aktivitas Anak Rimba (Akar) Kabupaten Kuningan, Amalo, berselisih dengan kelompok massa.

Suasana tegang antara Pentolan LSM Akar Kuningan dan sekelompok massa tersebut, terjadi di halaman Setda Kuningan, Kamis 12 Februari 2026. Kejadian tersebut terekam kamera hingga viral di media sosial.

Narasi menyebutkan, kelompok massa yang diduga penyadap getah pohon pinus tersebut tidak terima disebut 'maling' oleh Amalo selaku pentolan LSM Akar.

Beberapa dari mereka tampak emosi, berusaha mendesak Amalo untuk menjelaskan kata maling yang ditujukan kepada warga.

"Makana ati-ati ka masayarakat teh tong sagala disebut maling," ucap seseorang dalam video dengan menggunakan bahasa daerah.

BACA JUGA:Pentolan LSM Akar Diperkusi di Halaman Setda Kuningan

Tidak keluar kata-kata dari Amalo, beberapa warga terus mendesak meminta penjelasan dari ucapannya yang diduga telah menyinggung mereka.

"Sia mah nyebut ka masyarakat teh parab maung go***," ucap warga lain dengan nada geram.

Bahkan, diantara massa ada yang mengajak Amalo untuk berduel karena perkataanya yang dianggap telah menyakiti mereka.

Kuat dugaan, perselisihan tersebut dipicu ungkapan Amalo di akun media sosial @akar_kuningan yang mengungkapkan tentang permasalahan di kawasan Gunung Ciremai.

Dalam unggahannya tersebut, menampilkan video aktivitas penyadapan getah pohon pinus yang ada di kawasan Taman Nasional Gunung Ciremai (TNGC).

BACA JUGA:Peringatan Dini BPBD Kuningan, Hujan Lebat Berpotensi Banjir dan Longsor, Warga Diminta Waspada

Video tersebut dilengkapi dengan audio yang diduga merupakan suara Amalo pentolan LSM Akar Kabupaten Kuningan.

"Coba bayangkan, ada penyadapan (getah pinus) yang terjadi di sana (Gunung Ciremai) itu ilegal. Tidak punya PKS (Perjanjian Kerja Sama). Ngga bisa ditindak oleh TN (Taman Nasional). Kenapa? Mau ditindak bagaimana? Orang batok getahnya itu baru diambil sama Polhut (Polisi Hutan), polhutnya dikeroyok, kantor seksinya didatangi. Kelompok maling bisa mengintimidasi institusi resmi pemerintah," ucap seseorang dalam video yang diduga suara Amalo.

"Semua kegiatan dia (kelompok massa) dipublikasikan. Paguyuban Silihwangi bakal melestarikan Ciremai, dimana kaitannya? Orang pohon yang tadi itu saja dirusak. Tanaman-tanaman dibawah tegakan yang muncul secara alami ditebang, terus kita mau percaya mereka mau melesatarikan alam dimana?" sambungnya.

Kategori :