Hadis ini menjadi dasar kuat bahwa Ramadhan memiliki kedudukan tertinggi di antara bulan-bulan Hijriyah.
BACA JUGA:Waspada! Kebiasaan Makan Berlemak Diam-Diam Rusak Otak, Ini 6 Dampak Seriusnya
BACA JUGA:Ternyata, Ini yang Dilakukan Bojan Hodak agar Persib Mampu Balas Dendam ke Ratchaburi di GBLA
Meski bulan Dzulhijjah dikenal sebagai bulan yang memiliki ibadah agung seperti haji dan termasuk bulan haram, kemuliaan Ramadhan tetap berada di atasnya dalam konteks keutamaan umum.
Para ulama menjelaskan bahwa keistimewaan Dzulhijjah bersifat khusus karena adanya ibadah haji.
Sementara keutamaan Ramadhan bersifat menyeluruh dan melekat pada esensi bulan itu sendiri.
Bahkan disebutkan pula bahwa Muharram memiliki keutamaan tersendiri, namun tetap tidak melampaui kemuliaan Ramadhan.
Dari sini dapat dipahami bahwa Ramadhan adalah “raja” dari seluruh bulan Hijriyah—bulan yang menghadirkan atmosfer ibadah paling kuat dan penuh keberkahan.
2. Bulan Penuh Ampunan Dosa
Salah satu kabar paling menggembirakan di bulan Ramadhan adalah terbukanya pintu ampunan selebar-lebarnya. Dalam riwayat yang dibawakan oleh Ad-Daraquthni dari Ibnu Abbas, Rasulullah ﷺ bersabda:
“Barang siapa berpuasa di bulan Ramadhan dengan penuh keimanan dan mengharap pahala, maka diampuni dosa-dosanya yang telah lalu dan yang akan datang.”
Penjelasan dari Ibnu Hajar al-Haitami menyebutkan bahwa ampunan terhadap dosa yang telah lalu adalah sesuatu yang jelas.
Adapun maksud ampunan untuk dosa yang akan datang merupakan janji Allah bahwa apabila seorang hamba tergelincir di masa depan, ia tetap berada dalam lindungan ampunan-Nya karena keikhlasan dan keimanannya saat menjalankan puasa.
Tentu saja, hal ini bukan berarti seseorang bebas berbuat dosa. Justru Ramadhan menjadi momentum taubat nasional—bulan untuk memperbaiki diri, membersihkan hati, serta memperbarui komitmen spiritual.
Tidak heran jika banyak umat Islam menjadikan Ramadhan sebagai titik balik kehidupan. Ada yang mulai berhijrah, memperbaiki salat, meninggalkan kebiasaan buruk, hingga mempererat hubungan dengan keluarga dan sesama.
3. Pahala Dilipatgandakan Tanpa Batas