Keutamaan lain yang tak kalah istimewa adalah berlipat gandanya pahala setiap amal kebaikan. Bahkan ibadah sunnah di bulan Ramadhan bisa bernilai seperti ibadah wajib di bulan lain.
Dalam riwayat yang tercantum dalam Sunan Ibnu Majah, disebutkan bahwa siapa saja yang mendapati Ramadhan di Makkah, lalu berpuasa dan menunaikan salat malam semampunya, akan mendapatkan pahala setara dengan seratus ribu bulan Ramadhan di tempat lain.
Hadis lain dari Salman al-Farisi menyebutkan bahwa amalan sunnah di bulan Ramadhan diganjar pahala seperti melaksanakan ibadah wajib di luar Ramadhan.
Bayangkan, sedekah kecil, membantu orang tua, memperbanyak zikir, atau sekadar tersenyum kepada sesama—semuanya memiliki nilai pahala yang jauh lebih besar dibanding bulan lainnya.
Inilah mengapa Ramadhan sering disebut sebagai “musim panen pahala.” Setiap detik di dalamnya adalah peluang emas yang sayang untuk dilewatkan. Mereka yang cerdas secara spiritual akan memanfaatkan momentum ini untuk memperbanyak investasi akhirat.
4. Bulan Diturunkannya Al-Qur’an dan Lailatul Qadar
Ramadhan semakin istimewa karena di dalamnya terdapat malam yang lebih baik dari seribu bulan, yakni Lailatul Qadar.
Malam ini menjadi momen monumental dalam sejarah Islam karena menjadi waktu pertama kali Al-Qur’an diturunkan.
Allah SWT berfirman dalam Surah Al-Qur'an, tepatnya pada Surah Al-Qadr ayat 1-3, yang artinya: “Sesungguhnya Kami telah menurunkannya pada malam Lailatul Qadar.
Tahukah kamu apakah malam Lailatul Qadar itu? Malam Lailatul Qadar itu lebih baik daripada seribu bulan.”
Menurut riwayat dari Imam Malik, Rasulullah ﷺ pernah diperlihatkan usia umat-umat terdahulu yang panjang.
Beliau merasa umur umatnya relatif lebih singkat sehingga kesempatan beramal lebih sedikit.
Maka Allah menganugerahkan Lailatul Qadar sebagai kompensasi—satu malam yang nilainya melebihi 83 tahun ibadah.
Tidak mengherankan jika sepuluh malam terakhir Ramadhan selalu dipenuhi dengan i’tikaf, qiyamul lail, dan doa yang tak henti-hentinya. Umat Islam berlomba-lomba meraih malam penuh kemuliaan ini.
5. Pintu Surga Dibuka, Neraka Ditutup, Setan Dibelenggu
Keutamaan Ramadhan juga ditandai dengan kondisi spiritual yang berbeda dari bulan lainnya. Dalam hadis sahih riwayat Al-Bukhari dan Muslim dari Abu Hurairah, Rasulullah ﷺ bersabda: