Jika pembenahan tak segera dilakukan, bukan tidak mungkin hanya Perumda Air Minum Tirta Giri Nata dan Perumda Pasar Berintan yang bertahan, sementara lainnya tumbang.
BACA JUGA:Tenang! Klaim BPR Bank Cirebon Bisa Dilakukan hingga 2031, Simak Penjelasan LPS
BACA JUGA:Jelang Ramadan, Kapolresta Cirebon Ajak Personel Perkuat Iman dan Integritas
Infrastruktur Tancap Gas, 28 Ruas Jalan Diperbaiki
Di tengah kritik terhadap BUMD, sektor infrastruktur justru menunjukkan percepatan. Sepanjang 2025, Pemerintah Kota Cirebon menuntaskan perbaikan 28 ruas jalan utama.
Pembenahan tak hanya sebatas tambal sulam, melainkan mulai terintegrasi dengan sistem drainase.
Salah satu contohnya terlihat di Jalan Kartini, di mana perbaikan jalan dilakukan bersamaan dengan pembenahan saluran air untuk mencegah genangan saat hujan deras.
Penataan marka jalan serta trotoar juga mulai diperhatikan guna meningkatkan keselamatan pengguna jalan dan pejalan kaki.
Pemerhati transportasi Ade S Danu mengapresiasi langkah tersebut. Namun, ia mengingatkan masih ada titik krusial yang belum tersentuh serius, seperti kawasan Simpang Gunungsari.
“Ini kawasan vital. Tapi belum ada rambu memadai dan marka penyeberangan yang jelas. Wisatawan kerap kebingungan dan merasa tidak aman,” ujarnya.
Isu penerangan jalan umum (PJU) yang sempat viral dengan sebutan “Cirebon Gelap” juga mulai direspons. Modernisasi lampu dilakukan secara bertahap, bahkan menjangkau jalan lingkungan. Skema pembiayaan kreatif ditempuh mengingat keterbatasan APBD.
BRT Trans Cirebon Berhenti, Transportasi Publik Mundur?
Di balik capaian infrastruktur fisik, sektor transportasi publik justru menuai kritik keras. Sejak 1 Januari 2026, operasional BRT Trans Cirebon resmi dihentikan. Keputusan ini dinilai sebagai langkah mundur dalam upaya membangun sistem transportasi modern dan terintegrasi.
Ade menyebut penghentian BRT sebagai tantangan serius bagi pemerintahan saat ini. Menurutnya, transportasi publik adalah indikator penting kota yang berorientasi pada mobilitas berkelanjutan.
“Jangan sampai ini menjadi ikon kegagalan. Harus ada solusi pengganti yang jelas dan terukur,” tegasnya.
Catatan Satu Tahun: Antara Progres dan Evaluasi