Satu tahun kepemimpinan Edo–Farida memperlihatkan dinamika yang kontras. Infrastruktur bergerak maju dengan perbaikan jalan dan penerangan yang masif.
Namun, persoalan BUMD, khususnya runtuhnya BPR Bank Cirebon, menjadi catatan serius yang tak bisa diabaikan.
Publik kini menunggu langkah konkret tahun kedua pemerintahan: apakah pembenahan BUMD akan menjadi prioritas utama, atau capaian infrastruktur tetap menjadi fokus dominan.
Waktu akan menjadi penentu, apakah kepemimpinan ini dikenang sebagai periode transformasi atau justru momentum kehilangan aset strategis daerah.