Sahur Kebanyakan Nasi? Ahli Gizi Ingatkan Risiko untuk Pankreas dan Ginjal

Minggu 22-02-2026,03:31 WIB
Reporter : Moh Junaedi
Editor : Rusdi Polpoke

CIREBON, RADARCIREBON.COM - Sebagai momen penting sebelum menjalani puasa seharian penuh, sahur kerap dimanfaatkan untuk makan dalam porsi besar. 

Namun, Dr Rita Ramayulis, seorang ahli gizi mengingatkan agar masyarakat tidak berlebihan mengonsumsi karbohidrat saat sahur karena dapat berdampak pada kesehatan pankreas hingga ginjal.

Dilansir dari Antara, Minggu 22 Februari 2026, dosen kesehatan masyarakat di Universitas Faletehan Serang itu menjelaskan, karbohidrat yang dikonsumsi tubuh akan diubah menjadi glukosa. 

BACA JUGA:Kapan Waktu Sahur Terbaik Menurut Rasulullah? Simak Penjelasan Hadis dan Keutamaannya

BACA JUGA:7 Makanan Sahur Bikin Kenyang Lebih Lama, Tahan Lapar dan Haus Seharian Saat Puasa

Ketika kadar glukosa dalam darah meningkat, tubuh akan memproduksi hormon insulin lebih banyak untuk menstabilkannya.

“Karbohidrat akan diubah menjadi glukosa. Kalau glukosa dalam darah tinggi, tubuh memproduksi insulin lebih banyak. Insulin ini diproduksi oleh pankreas,” ujar Dr Rita.

Menurutnya, anggapan bahwa makan nasi putih dalam jumlah besar saat sahur membuat tubuh lebih kuat menjalani puasa justru keliru. 

Konsumsi karbohidrat berlebih malah dapat memicu lonjakan insulin secara signifikan.

Lonjakan insulin yang tinggi mendorong glukosa masuk lebih banyak ke dalam sel.

Jika tidak digunakan sebagai energi, kelebihan glukosa ini akan disimpan sebagai lemak tubuh. 

BACA JUGA:Tips Sahur Sehat Ala Dokter Tirta, Bukan Soal Porsi Tapi Komposisi

BACA JUGA:Jadwal Imsakiyah Ramadan 2026 Cirebon 1–15 Ramadhan 1447 H, Cek Waktu Sahur Terbaru

Dalam jangka panjang, kondisi tersebut bisa meningkatkan risiko kenaikan berat badan hingga gangguan metabolisme.

Tak hanya itu, kadar gula darah yang tinggi juga berdampak pada kinerja ginjal. Ginjal harus bekerja ekstra untuk menyaring darah dengan kadar glukosa tinggi. 

Kategori :