Tak Ada Angkutan Umum yang Masuk RAJAGALUH – Di tengah upaya percepatan pembangunan dan penataan infrastruktur transportasi di Majalengka, kondisi berbanding terbalik justru terjadi di sejumlah terminal dan sub terminal. Seperti halnya Sub Terminal Rajagaluh yang tak berfungsi. Padahal untuk membangun fasilitas itu, butuh dana rakyat bernilai ratusan juta rupiah, bahkan mungkin lebih. Data yang dihimpun Radar, Sub Terminal Rajagaluh dibangun sebagai fasilitas pemberhentian dan pemberangkatan angkutan umum jenis elf, jurusan Rajagaluh-Cirebon dan Rajagaluh-Kadipaten. Motivasi lainnya adalah untuk mengurangi kemacetan arus lalu lintas di jalur tersebut yang memang cukup padat. Namun faktanya, saat ini tidak ada aktivitas berarti. Menyikapi kondisi itu, Kepala Terminal Rajagaluh, Suwandi mengatakan, pihaknya sudah berupaya semaksimal mungkin untuk memfungsikan keberadaan sub terminal sesuai dengan tujuan awal pembangunan. Namun, pihaknya kesulitan mengingat para pengemudi elf menolak memanfaatkannya dengan alasan sepi, lantaran banyak penumpang yang enggan naik karena terlalu jauh dari akses pasar. “Sebenarnya kami sudah berusaha, namun sulit, sebab kebanyakan pengemudi enggan menempati sub terminal,” ujar dia kepada Radar. Sementara itu untukn aktivitas di Terminal Utama Rajagaluh masih cukup baik. Saat disingung mengenai target retribusi Terminal Rajagaluh tahun 2011 yang mencapai Rp 117 juta, Suwandi mengaku masih sanggup menutupinya, meskipun cukup sulit, pasalnya saat ini jumlah kendaraan angkutan umum yang beroperasi mulai berkurang, akibat banyaknya sepeda motor dan fasilitas telepon. Kondisi itu diakui Maman, awak angkutan elf yang melayani rute Rajagaluh-Cirebon. Menurut dia, lokasi sub terminal kurang strategis serta terlalu jauh dari akses pasar dan terminal utama. Sehingga banyak penumpang yang keluar dari pasar, terutama yang membawa barang banyak enggan masuk ke sub terminal karena harus terlebih dulu menggunakan becak atau jasa angkutan lainnya. “Pada awal pembukaan kami sudah mencoba, tapi ternyata sepi karena banyak penumpang yang enggan naik dari sub terminal. Apalagi saat ini jumlah penumpang semakin berkurang akibat banyaknya kendaraan roda dua dan fasilitas handphone,” ujar dia kepada Radar, kemarin (6/7). Nani, warga Sumberjaya mengatakan, sebagai pedagang kelontongan kurang setuju bila terminal elf dialihkan ke Sub Terminal Rajagaluh, pasalnya harus mengeluarkan uang tambahan lagi untuk membayar ongkos becak. ”Saya pikir lebih baik seperti ini. Sebab para penumpang yang keluar dari pasar bisa langsung naik mobil tanpa harus berjalan ke sub terminal yang jaraknya lumayan jauh,” kata dia. (pai)
Sub Terminal Rajagaluh ”Mati”
Kamis 07-07-2011,06:00 WIB
Reporter : Dedi Darmawan
Editor : Dedi Darmawan
Tags :
Kategori :
Terkait
Terpopuler
Jumat 24-07-2026,03:58 WIB
6 Mobil Bekas Murah yang Layak Dibeli Sekarang, Nyaman untuk Touring, Irit BBM, Tangguh dan Ramah Kantong
Jumat 24-07-2026,04:16 WIB
Live Persib Bandung vs Arema FC Piala Presiden 2026: Laga Perdana Sang Juara, Debut Igor Tolic sebagai Coach
Jumat 24-07-2026,05:30 WIB
Mulai 50 Jutaan, Ini 5 Rekomendasi Mobil Bekas Layak Beli 2026, Jaringan Servis dan Sparepart Gampang Dicari
Jumat 24-07-2026,05:14 WIB
Daftar HP Mewah Oppo Terbaru 2026, Kamera Hasselblad dan Baterai Jumbo Jadi Andalan
Terkini
Jumat 24-07-2026,22:04 WIB
CPNS 2026 Segera Dibuka? Pemerintah Beri Sinyal Positif, Formasi Masih Dihitung
Jumat 24-07-2026,21:50 WIB
Shio Pembawa Hoki 25 Juli 2026 Akhir Bulan, Keuangan Melesat, Karier Bersinar, Rezeki Datang Bertubi-tubi
Jumat 24-07-2026,21:25 WIB
Prediksi Shio 25 Juli 2026 Hari Ini: Keberuntungan Besar Menghampiri 5 Shio, Cek Daftarnya
Jumat 24-07-2026,21:09 WIB
Ramalan Shio Pembawa Hoki Hari Ini,Ada 5 Shio yang Berpeluang Diprediksi Ketiban Peluang Emas
Jumat 24-07-2026,21:02 WIB