Minyak Dunia Melonjak Usai Konflik Timur Tengah, Pasokan Global Terancam

Senin 02-03-2026,21:01 WIB
Reporter : Moh Junaedi
Editor : Rusdi Polpoke

BACA JUGA:Begini Skenario Jika Iran Mundur dari Piala Dunia 2026, Apakah Timnas Indonesia Bisa Dapat Tiket Pengganti?

Pasokan minyak dari Arab Saudi, Uni Emirat Arab, Irak, Iran, dan Kuwait sangat bergantung pada jalur tersebut.

Selain minyak mentah, Selat Hormuz juga menjadi rute utama pengiriman solar, bahan bakar jet, dan bensin ke pasar Asia seperti China dan India.

Gangguan di jalur ini langsung berdampak pada sentimen pasar global. Bahkan, sejumlah analis sebelumnya memperkirakan harga minyak bisa menembus 90 Dolar Amerika Serikat hingga mendekati 100 Dolar Amerika Serikat per barel jika konflik terus meluas.

Lonjakan harga minyak berpotensi menekan pemulihan ekonomi global yang belum sepenuhnya stabil.

Kenaikan harga energi dapat memicu inflasi baru di berbagai negara, termasuk AS, yang kemungkinan akan mengalami kenaikan harga bensin eceran.

Jika eskalasi konflik berlanjut dan distribusi energi terus terganggu, pasar energi global diperkirakan akan tetap bergejolak dalam beberapa pekan ke depan.

Para pelaku pasar kini mencermati perkembangan geopolitik secara ketat, mengingat setiap pernyataan atau aksi militer baru dapat langsung memicu lonjakan harga komoditas energi dunia. (*)

Kategori :