Salah satunya di Desa Kertasura, Kecamatan Kapetakan, yang dikenal sebagai salah satu kantong pelestarian Wayang Gagrak Cirebon.
Di lokasi tersebut, tim bertemu dengan maestro Dalang Sudarso, Ketua Persatuan Pedalangan Indonesia (Pepadi) Kabupaten Cirebon.
Pertemuan yang berlangsung Selasa (3/3/2026) itu menjadi bagian penting dalam menggali informasi terkait sejarah, perkembangan, hingga tantangan regenerasi dalang di Cirebon.
Tak hanya itu, tim kajian juga menyambangi Keraton Kacirebonan. Di sana, informasi historis mengenai eksistensi Wayang Kulit Gagrak digali dari Ketua Pepadi Kota Cirebon, Elang Iyan Arifudin.
Pendekatan ini dilakukan untuk memastikan data yang dikumpulkan benar-benar komprehensif.
“Kami berupaya memastikan data yang dihimpun lengkap, baik dari sisi sejarah, perkembangan, maupun pelaku seni yang masih aktif,” ujar Iman.
Dalam proses pengusulan WBTB nasional, aspek keberlanjutan menjadi poin krusial. Pemerintah daerah dituntut menunjukkan komitmen nyata dalam pelindungan, pembinaan, hingga regenerasi dalang.
Upaya menjaga kesinambungan tradisi inilah yang menjadi salah satu indikator penting dalam penilaian.
Wayang Kulit Gagrak Cirebon sendiri memiliki ciri khas yang membedakannya dari gaya lain di Nusantara.
Keunikan tersebut terlihat pada gaya pementasan, bentuk figur wayang, penggunaan bahasa, hingga pakem cerita yang berkembang di wilayah Cirebon.
Identitas lokal yang kuat inilah yang menjadi nilai tambah dalam pengusulan sebagai Warisan Budaya Takbenda tingkat nasional.
Berdasarkan data Disbudpar Kabupaten Cirebon, terdapat 15 karya budaya pada 2026 yang telah ditetapkan sebagai WBTB tingkat Provinsi Jawa Barat dan kini diajukan ke tingkat nasional.
Selain Wayang Kulit Gagrak, sejumlah tradisi lain juga masuk dalam daftar usulan.
Pengusulan ini bukan sekadar proses administratif. Lebih dari itu, langkah ini menjadi upaya strategis untuk memperkuat pengakuan, pelindungan, serta promosi budaya lokal agar tetap hidup di tengah arus modernisasi.
Jika lolos penetapan nasional, Wayang Kulit Gagrak Cirebon diharapkan semakin dikenal luas dan mampu menarik minat generasi muda untuk ikut melestarikannya.
Tradisi yang telah mengakar ratusan tahun ini pun berpeluang semakin kokoh sebagai identitas budaya Cirebon di tingkat nasional.