Di sektor pertanian, para petani disarankan menyesuaikan jadwal tanam serta memilih varietas tanaman yang lebih tahan terhadap kekeringan dan memiliki kebutuhan air lebih rendah.
Selain itu, penguatan pengelolaan sumber daya air juga menjadi hal penting untuk memastikan ketersediaan air bersih bagi masyarakat maupun sektor energi seperti pembangkit listrik tenaga air (PLTA).
BMKG juga mengingatkan potensi meningkatnya risiko kebakaran hutan dan lahan selama musim kemarau.
“Informasi ini merupakan bentuk peringatan dini atau early warning agar semua pihak dapat segera mengambil langkah antisipasi atau early action untuk meminimalkan risiko bencana kekeringan di Indonesia,” ujar Faisal. (*)