“Kalau setiap saat harus membuat perjanjian baru dengan permintaan tambahan, proyek ini tidak akan pernah selesai. Padahal ada ratusan pekerja yang seharusnya bisa bekerja di proyek ini,” katanya.
Ibnu juga menekankan bahwa proyek perumahan yang sedang dibangun tersebut merupakan bagian dari upaya menyediakan hunian bagi masyarakat, khususnya segmen menengah ke bawah.
Selain itu, proyek tersebut juga mendukung program pemerintah dalam penyediaan rumah bagi masyarakat.
Ia khawatir jika muncul biaya tambahan di luar perencanaan, hal itu justru dapat berdampak pada kualitas pembangunan proyek ataupun membebani konsumen.
“Kami ingin membangun dengan kualitas yang baik. Kalau ada biaya tambahan di luar perencanaan, yang dikhawatirkan justru berdampak pada kualitas proyek atau membebani konsumen,” tuturnya.