Volume Sampah TPA Kopiluhur Cirebon Melonjak Selama Ramadan, 200 Ton Lebih per Hari

Jumat 13-03-2026,12:30 WIB
Reporter : Ade Gustiana
Editor : Tatang Rusmanta

Untuk mengatasi persoalan tersebut, pengelola TPA Kopiluhur membuka jalur pembuangan baru yang berada di area lebih rendah. 

Langkah ini dilakukan agar distribusi sampah bisa lebih merata dan tidak hanya menumpuk di satu titik.

Menurut Entis, saat ini jalur baru tersebut masih dalam tahap uji coba karena kondisi cuaca sedang cukup mendukung.

“Di bagian depan sudah tidak memungkinkan untuk pembuangan. Karena itu kami membuka akses ke area bawah agar distribusi sampah lebih merata,” jelasnya.

Selain membuka jalur baru, pihak pengelola juga berharap ada peningkatan kualitas akses jalan di dalam area TPA. 

Salah satu solusi yang diharapkan adalah pengecoran jalan agar kendaraan pengangkut sampah tetap dapat beroperasi dengan lancar meskipun hujan turun.

DLH Siapkan Sistem Sanitary Landfill

Di sisi lain, Dinas Lingkungan Hidup Kota Cirebon juga tengah mempersiapkan penerapan sistem sanitary landfill di TPA Kopiluhur.

Sistem ini merupakan metode pengelolaan sampah yang lebih modern dan tertata. 

Dalam penerapannya, sampah yang ditimbun akan ditutup secara berkala menggunakan lapisan tanah untuk mengurangi bau serta meminimalkan dampak lingkungan.

Melalui sistem ini, diharapkan pengelolaan sampah di TPA Kopiluhur dapat menjadi lebih rapi dan terkendali, termasuk mengurangi penumpukan sampah di area dekat pintu masuk.

“Harapannya tumpukan sampah yang sekarang berada di bagian depan bisa berangsur-angsur berkurang,” pungkas Entis.

Lonjakan volume sampah TPA Kopiluhur Cirebon selama Ramadan ini sekaligus menjadi pengingat pentingnya pengelolaan sampah yang lebih bijak di tingkat rumah tangga. 

Dengan meningkatnya konsumsi masyarakat selama bulan puasa, kesadaran untuk mengurangi sampah plastik dan meminimalkan sisa makanan menjadi langkah penting untuk menjaga lingkungan tetap bersih.

Kategori :