WFH No, Naik Sepeda Oke

Jumat 27-03-2026,09:27 WIB
Reporter : Tatang Rusmanta
Editor : Tatang Rusmanta

Oleh: Yanto S Utomo

CEO Radar Cirebon Group

RADARCIREBON.COM - SAYA kurang setuju kalau ASN di Kota Cirebon harus kerja dari rumah atau kerja dari mana saja. Saya lebih menganjurkan cara lain. Misalnya naik sepeda, lari, atau berjalan kaki. Bisa juga naik kendaraan umum yang paling murah; angkot.

Alasannya sangat sederhana. Dengan naik sepeda, jalan kaki atau mungkin lari, bukan saja bisa melakukan efisiensi, juga dapat menambah kebugaran dan kesehatan tubuh. Selain itu, bisa merasakan berhemat dengan sehemat-hematnya. Bukan sekadar seolah-olah berhemat tapi faktanya tetap saja boros.

Mengapa tak perlu work from home (WFH) atau work from anywhere (WFA) bagi para ASN? Jawabannya simpel. Karena wilayah Kota Cirebon itu sangat sempit. Hanya kurang lebih 37 km persegi. Dengan luas yang selebar daun kelor ini, sebenarnya bisa ditempuh dengan bersepeda, jalan kaki, bahkan lari. Atau bisa menggunakan angkot, yang sudah melayani hampir semua rute dalam Kota Cirebon. 

Khusus untuk naik sepeda, saya perkirakan banyak ASN di Kota Cirebon yang sudah memiliki alat transportasi ini. Jika harus membeli, harganya pun banyak yang di bawah Rp1 juta per unit.

BACA JUGA:WFH ASN Kota Cirebon Mulai Kapan? Begini Sikap Pemkot dan Kritik Tajam dari Praktisi

BACA JUGA:Hasil Italia vs Irlandia Utara: Skor 2-0, Gli Azzurri Jaga Peluang ke Piala Dunia 2026

Tapi saya ingatkan, bersepeda itu ada “penyakitnya”. Terutama bagi para pejabat yang punya uang lebih. Biasanya adu gengsi dan adu mahal. Kemudian rebutan memilih merek sepeda yang harganya memang sangat mahal. Akhirnya masih tetap saja boros. Tujuan efisiensi tidak tercapai.

Padahal, pengalaman saya yang sudah bersepeda puluhan tahun, yang paling penting itu kebiasaan, bukan merek dan bukan pula harga. Walaupun merek bagus dan mahal, tak ada artinya jika jarang digunakan bersepeda. Lebih baik dengan sepeda yang sederhana tapi rutin dilakukan. Nanti akan terlatih; dengkul, pantat dan nafasnya.

Dalam satu bulan, saya bersepeda rata-rata di atas 1200 Km. Atau saya biasakan bersepeda 4 kali dalam seminggu lebih dari 300 Km. Termasuk saat puasa pun masih sanggup. Dengan catatan kecepatan dan elevasi yang dikurangi. Bahkan 3 hari 600 Km pun sudah pernah saya lakukan. 

Nah, karena ini sepeda untuk kerja, tentu agak berbeda. Tak perlu harus 50 Km per hari dengan kecepatan di atas 30 Km per jam. Cukup bersepeda santai dari rumah ke kantor. Mungkin jaraknya tak lebih dari 30 Km pergi pulang.

BACA JUGA:Dramatis! Hanya 10 Pemain, Prancis Berhasil Tumbangkan Brazil 2-1

BACA JUGA:Nekat Mau Masuk ke Tol Pejagan, Sopir Truk Sumbu 3 Langsung Ditegur Kakorlantas

Itu artinya, sepeda apa saja bisa digunakan. Yang penting dengan standar keamanan yang memadai. Tetap harus memakai helm sepeda dan sepatu. Bahkan tak harus sepatu khusus sepeda. Cukup sepatu kerja yang kasual. 

Kategori :