Kaca mobil yang sebelumnya diklaim dipecahkan oleh pelaku kejahatan ternyata dirusak menggunakan kunci roda oleh RH.
BACA JUGA:Dramatis! Hanya 10 Pemain, Prancis Berhasil Tumbangkan Brazil 2-1
BACA JUGA:Kondisinya Membaik, 6 Korban Kecelakaan Elf di Cingambul Majalengka Dipulangkan
Tindakan tersebut dilakukan untuk memperkuat skenario seolah-olah terjadi pencurian.
Penyelidikan lebih lanjut mengungkap motif di balik aksi nekat tersebut. RH diketahui memiliki saldo rekening sekitar Rp28 juta.
Namun, saat dicek kembali, jumlah tersebut berkurang drastis hingga tersisa Rp10 juta.
Selisih uang sebesar Rp18 juta yang tidak dapat dipertanggungjawabkan membuat RH panik.
Ia kemudian memilih untuk membuat cerita palsu agar tidak menimbulkan kecurigaan dari istrinya.
Polisi juga memastikan tidak ada uang yang disimpan di dalam mobil seperti yang sempat diklaim oleh pelapor.
Bahkan, video kondisi kendaraan yang sempat beredar luas di masyarakat dipastikan merupakan bagian dari rekayasa yang sengaja dibuat.
Kasus pria pura-pura dirampok di Kuningan ini sebelumnya sempat viral dan menimbulkan kekhawatiran publik.
Banyak warga mengira telah terjadi aksi kriminal yang mengancam keamanan lingkungan.
Namun, setelah penyelidikan tuntas, peristiwa tersebut dipastikan sebagai informasi tidak benar atau hoaks.
Saat ini, pihak kepolisian masih mendalami kemungkinan adanya unsur pidana terkait laporan palsu yang dibuat oleh RH.
Aparat juga mengingatkan masyarakat untuk tidak membuat laporan fiktif karena dapat berujung pada konsekuensi hukum serius.
Kasus ini menjadi pelajaran penting bahwa kebohongan, sekecil apa pun, dapat berdampak luas.