Perbankan Perketat Prudential Measures di Tengah Risiko Geopolitik Global ?

Jumat 27-03-2026,19:41 WIB
Reporter : Leni Indarti Hasyim
Editor : Leni Indarti Hasyim

JAKARTA , RADARCIREBON.COM — Industri perbankan nasional meningkatkan penguatan kerangka manajemen risiko dan prinsip kehati-hatian (prudential banking) di tengah meningkatnya risiko global, memicu eskalasi konflik Iran–Israel yang melibatkan Amerika Serikat dan berpotensi menekan stabilitas strategi komoditas, khususnya minyak mentah.

Ketua Umum Perbanas yang juga Direktur Utama PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk, Hery Gunardi, menegaskan bahwa meskipun volatilitas eksternal meningkat, indikator fundamental perbankan domestik masih berada pada level yang solid.

Hal ini tercermin dari  pertumbuhan kredit yang tetap terjaga, likuiditas yang memadai, serta permodalan yang kuat.

“Kami melihat risiko global meningkat, terutama melalui transmisi kenaikan harga energi dan volatilitas pasar keuangan.

BACA JUGA: BRI Konsisten Program Dukung Perumahan Nasional, Salurkan KPR Subsidi Rp16,79 Triliun hingga Februari 2026

Dalam konteks ini, perbankan akan semakin memperkuat prinsip kehati-hatian melalui penguatan manajemen risiko dan kualitas aset,” ujar Hery.

Perbanas mencatat sejumlah langkah mitigasi telah dan terus diperkuat oleh industri perbankan di Tanah Air. Beberapa langkah tersebut diantaranya melalui stress test sektoral dan penguatan sistem peringatan dini untuk mengantisipasi potensi penurunan kualitas kredit.

Sedangkan stress test sektoral dilakukan pada sektor-sektor yang sensitif terhadap  kenaikan biaya energi seperti transportasi, logistik, dan manufaktur.

Selain itu, lanjut Hery, perbankan juga meningkatkan disiplin penyaluran kredit melalui  pendekatan risk-based pricing, menjaga kecukupan likuiditas melalui optimalisasi rasio ‎Liquidity Coverage Ratio (LCR) dan Net Stable Funding Ratio (NFSR), serta mengelola eksposur ‎nilai tukar secara menyeluruh melalui strategi lindung nilai dan pengendalian posisi  ‎devisa neto.

BACA JUGA: Berawal dari Baso Aci Rumahan, Tercabaikan Kembangkan Kuliner Tradisional Modern lewat Pemberdayaan BRI

“Langkah-langkah ini penting untuk memastikan fungsi intermediasi tetap berjalan optimal tanpa mengabaikan aspek stabilitas, khususnya di tengah kondisi global yang masih ‎tinggi,” tambahnya. ‎

Dengan kebijakan bauran tersebut, industri perbankan diharapkan tetap tangguh dan  mampu menopang pertumbuhan ekonomi domestik, meskipun tekanan eksternal berpotensi meningkat dalam jangka pendek hingga menengah.

 

Kategori :