Kebersihan ruangan juga terjaga dengan baik, menunjukkan kinerja petugas yang rutin merawat fasilitas.
Namun, suasana sepi menjadi pemandangan dominan. Tidak banyak penumpang yang memanfaatkan fasilitas tersebut.
BACA JUGA:One Way Cipali Berakhir, Lalu Lintas Kembali Normal Dua Arah Sejak Dini Hari
BACA JUGA:Hari Pertama Sekolah di SMPN 1 Kota Cirebon, Begini Antusiasme Para Siswa
Kursi-kursi tunggu yang tersedia sebagian besar kosong, jauh dari gambaran terminal utama di kota besar.
Area Peron Berubah Jadi Pasar Dadakan
Kondisi berbeda terlihat di area peron atau jalur lintasan bus.
Di bawah struktur atap baja yang megah, aktivitas transportasi justru minim. Sebaliknya, area ini dipenuhi aktivitas ekonomi informal.
Pedagang asongan tampak menggelar dagangan langsung di lantai terminal. Mereka menjajakan mi instan, kopi, makanan ringan, hingga air mineral.
Beberapa kru bus dan penumpang terlihat duduk santai menikmati makanan di area tersebut.
Fenomena ini membuat area terminal yang seharusnya tertib berubah menyerupai pasar dadakan.
Situasi ini semakin menegaskan bahwa fungsi utama terminal belum berjalan optimal.
Data Penumpang Naik, Tapi Tak Terlihat di Terminal
Menariknya, kondisi sepi ini tidak sejalan dengan data resmi. Berdasarkan laporan periode 28–29 Maret 2026, jumlah penumpang di terminal harjamukti cirebon justru mengalami peningkatan.