Terminal Harjamukti Cirebon Megah tapi Sepi dan Banyak Calo, Begini Potretnya dari Dekat

Senin 30-03-2026,14:30 WIB
Reporter : Ade Gustiana
Editor : Tatang Rusmanta

Total kedatangan tercatat mencapai 372 orang, naik sekitar 13 persen dibandingkan tahun sebelumnya yang hanya 330 orang. 

Sementara jumlah keberangkatan berada di angka 465 penumpang.

Dari sisi armada, terdapat 57 unit kendaraan datang dan 54 unit berangkat dalam 24 jam terakhir. Angka ini menunjukkan bahwa arus balik Lebaran sedang berada di puncaknya.

Namun, lonjakan tersebut tidak sepenuhnya tercermin di dalam terminal. Aktivitas yang seharusnya ramai justru terlihat minim. 

Hal ini menimbulkan pertanyaan besar: ke mana para penumpang itu?

Terminal Bayangan Lebih Hidup di Luar

Jawaban dari pertanyaan tersebut dapat ditemukan di luar area terminal. Tepatnya di Jalan Raya Bypass, hanya beberapa meter dari pintu gerbang.

Di lokasi ini, suasana berubah drastis. Bus antarkota dan angkutan elf terlihat berjejer di bahu jalan. Mereka ngetem sembarangan meski terdapat rambu larangan parkir.

Beberapa bus bahkan berhenti tepat di depan deretan ruko dan minimarket. Penumpang naik dan turun langsung di pinggir jalan, tanpa harus masuk ke dalam terminal. Kondisi ini memicu kemacetan. 

Arus lalu lintas sering tersendat akibat bus yang memakan sebagian badan jalan. Klakson kendaraan bersahutan, sementara asap knalpot memenuhi udara.

Akses Minim Jadi Alasan Utama

Kepala Terminal Harjamukti, Joko Santoso, mengakui kondisi tersebut. Menurutnya, salah satu faktor utama adalah aksesibilitas terminal yang kurang mendukung.

Terminal berada cukup jauh dari jalan utama dan tidak didukung moda transportasi pengumpan seperti angkot yang masuk ke dalam area terminal. 

Hal ini membuat penumpang lebih memilih naik atau turun di pinggir jalan. Penumpang cenderung mencari cara yang lebih praktis, meski harus mengabaikan aturan. 

Mereka memilih lokasi yang lebih dekat dengan tujuan akhir dibanding masuk ke terminal resmi.

Kendala Angkutan Lokal dan Ramp Check

Kategori :