Rel Kereta Bersejarah Dibongkar Jadi Polemik, KAI Sebut Bukan Cagar Budaya

Senin 06-04-2026,11:30 WIB
Reporter : Ade Gustiana
Editor : Tatang Rusmanta

BACA JUGA:Rel Kereta Api Bersejarah Dibongkar, Respons Ketua KNPI Kota Cirebon Keras

BACA JUGA:Konferancab GP Ansor Kecamatan Ciledug 2026: Fikri Deddy Terpilih, Siap Perkuat Kaderisasi

Jembatan rel Kalibaru diketahui merupakan bagian dari jalur kereta lama yang dibangun pada awal abad ke-20. 

Jalur ini dulunya menghubungkan kawasan pelabuhan dengan Stasiun Kejaksan, salah satu simpul transportasi penting di Kota Cirebon.

Pada masa kolonial, jalur tersebut berperan vital dalam mendukung distribusi logistik. 

Berbagai komoditas dari wilayah pedalaman Jawa Barat bagian timur diangkut melalui rel menuju Pelabuhan Cirebon untuk kemudian didistribusikan ke berbagai daerah.

Keberadaan jembatan rel ini menjadi saksi bisu perkembangan sistem transportasi masa lalu. 

Namun, seiring perkembangan infrastruktur modern dan pergeseran pola distribusi barang, jalur tersebut akhirnya tidak lagi digunakan.

Yang tersisa hanyalah struktur jembatan dan rel lama yang kini dianggap sebagai bagian dari rel kereta bersejarah Cirebon.

Dibongkar untuk Penataan Sungai

Pembongkaran jembatan rel Kalibaru dilakukan dalam rangka penataan kawasan Sungai Sukalila.

Pemerintah daerah menilai keberadaan struktur besi tersebut kerap menjadi titik penumpukan sampah yang terbawa arus.

Material yang hanyut sering tersangkut pada rangka jembatan, sehingga menghambat aliran air.

Dalam kondisi tertentu, hal ini dinilai berpotensi memperlambat arus sungai dan meningkatkan risiko banjir, terutama saat debit air tinggi.

PT KAI pun menegaskan bahwa pada prinsipnya mereka mendukung program pemerintah daerah, termasuk penataan kawasan sungai tersebut.

“Kami mengikuti program pemerintah. Penataan sungai ini menjadi salah satu prioritas,” kata Muhibbuddin.

Kategori :