Rel Kereta Bersejarah Dibongkar Jadi Polemik, KAI Sebut Bukan Cagar Budaya

Senin 06-04-2026,11:30 WIB
Reporter : Ade Gustiana
Editor : Tatang Rusmanta

Material Besi Sudah Diamankan

Meski pembongkaran telah dilakukan, sebagian material jembatan tidak serta-merta dibuang.

PT KAI memastikan bahwa besi-besi dari struktur lama tersebut telah diamankan.

Material tersebut saat ini disimpan di area milik PT KAI di Cirebon. Langkah ini dinilai sebagai upaya menjaga aset, meskipun belum ada keputusan lebih lanjut terkait pemanfaatannya.

Muhibbuddin mengaku belum melihat langsung kondisi terbaru di lokasi pembongkaran, mengingat dirinya baru kembali dari kegiatan di luar kota.

“Saya belum sempat ke lokasi, jadi belum tahu kondisi terkini,” ujarnya.

Disorot Pegiat Sejarah

Di tengah proses pembongkaran, kritik datang dari kalangan pegiat sejarah dan budaya. Mereka menilai jembatan tersebut memiliki nilai penting sebagai bagian dari identitas kota.

Menurut mereka, keberadaan rel kereta peninggalan Belanda di Cirebon tidak hanya memiliki nilai fisik, tetapi juga nilai edukasi dan historis yang dapat dimanfaatkan untuk pengembangan wisata heritage.

Pembongkaran tanpa kajian mendalam dikhawatirkan dapat menghilangkan jejak sejarah yang tidak tergantikan.

Status Bukan Cagar Budaya

Dalam komunikasi antara PT KAI dan Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kota Cirebon, terungkap bahwa jembatan rel Kalibaru belum memiliki status sebagai cagar budaya.

Bahkan, struktur tersebut juga belum masuk dalam daftar Objek Diduga Cagar Budaya (ODCB). 

Hal ini menjadi salah satu faktor yang muncul dalam pembahasan polemik tersebut.

“Dari informasi Disbudpar, jembatan itu belum tercatat sebagai cagar budaya maupun ODCB,” jelas Muhibbuddin.

Meski demikian, sejumlah pihak menilai bahwa status administratif tidak selalu mencerminkan nilai historis suatu objek.

Kategori :