Polres Kuningan Bantah Keterlibatan Aparat dalam Peredaran Obat Keras di Kramatmulya

Rabu 29-04-2026,16:30 WIB
Reporter : Agus Panther
Editor : Tatang Rusmanta

Lebih lanjut, Polres Kuningan kini tengah menelusuri sumber awal penyebaran informasi yang dinilai tidak akurat tersebut. 

BACA JUGA:Pansel Umumkan Calon Dewas dan Direksi BUMD yang Lolos Seleksi Administrasi

BACA JUGA:Kebakaran Rumah di Bulak Indramayu Diduga Akibat Korsleting, Kerugian Rp100 Juta

Langkah ini diambil untuk mencegah penyebaran hoaks yang dapat merugikan pihak lain, termasuk pemilik usaha yang terdampak langsung.

“Kami juga membuka kemungkinan adanya langkah hukum terhadap penyebar informasi yang tidak benar,” tambahnya.

Di sisi lain, penjaga toko bernama Nurhedi (24) mengaku sempat terkejut saat sejumlah orang mendatangi tokonya. 

Sekitar 10 orang yang mengaku sebagai aparat datang menggunakan satu mobil dan dua sepeda motor, kemudian melakukan pemeriksaan.

“Saya kaget saat mereka datang, tapi setelah dicek memang tidak ada apa-apa,” ungkapnya.

Nurhedi menegaskan bahwa toko tempatnya bekerja tidak pernah menjual obat-obatan terlarang. 

Ia berharap klarifikasi dari pihak kepolisian dapat meluruskan informasi yang sempat beredar luas di masyarakat.

Polisi juga mengimbau masyarakat untuk lebih bijak dalam menggunakan media sosial, terutama dalam menyebarkan informasi yang belum terverifikasi kebenarannya. 

Penyebaran informasi yang tidak akurat berpotensi menimbulkan keresahan publik dan merugikan pihak tertentu.

“Pastikan informasi yang diterima sudah benar sebelum dibagikan. Jangan sampai menimbulkan dampak negatif,” tegas AKP Jojo.

Hingga saat ini, situasi di lokasi kejadian dilaporkan dalam kondisi aman dan kondusif. 

Pihak kepolisian memastikan tidak ada unsur pelanggaran hukum seperti yang disebutkan dalam video viral tersebut.

Kategori :