Bank Sampah Berkasih Kolaborasi dengan ISIF

Kamis 07-05-2026,18:00 WIB
Reporter : Abdullah
Editor : Leni Indarti Hasyim

CIREBON, RADARCIREBON.COM – Kelurahan Karya Mulya Kecamatan Kesambi selama ini sudah memiliki bank sampah, melakukan pengelolaan sampah supaya memiliki nilai ekonomis yang tinggi.

Untuk terus mengoptimalkan peran Bank Sampah Bersama Karya Mulya Bersih (Berkasih), menggandeng Perguruan Tinggi Institut Studi Islam Fahmina  (ISIF)  untuk membantu melakukan pengelolaan sampah supaya lebih berguna.

Hadir pada pertemuan Koordinasi diantaranya Ketua Bank Sampah Berkasih,  Abdul Azis, Pengawas Bank Sampah Muhammad Yani SH, pengurus Bank Sampah Berkasih Muchtadin, Tumi dan Heni. Hadir juga Rektor ISIF Dr KH Marjuki Wahid MA.

Ketua Bank Sampah Berkasih,  Abdul Azis  didampingi Pengawas Bank Sampah Berkah Kelurahan Karya Mulya, Muhamad Yani SH, menyampaikan bahwa di Kelurahan Karya Mulya sejak beberapa tahun sudah memiliki Bank Sampah Berkasih, keberadaannya selama ini menghimpun sampah-sampah kemudian dipilah berdasarkan criteria mulai dari plastik hingga kertas yang bisa didaur ulang.

BACA JUGA:Review Lengkap Vivo X300 Ultra: Kecanggihan Kamera dan Harga Terbaru Mei 2026

Untuk memperluas jangkauan,  kata Azis, Bank Sampah Berkasih Kelurahan Karya Mulya menggandeng ISIF untuk berkolaborasi.  Azis menceritakan kolaborasi ini bermula dari inisiatif Rektor ISIF yang ingin mensosialisasikan pentingnya pengelolaan sampah kepada para mahasiswa.

"Alhamdulillah, banyak mahasiswa yang hadir, termasuk Pak Rektor dan jajarannya. Pertemuan ini sekaligus meresmikan pembentukan sub-unit bank sampah di lingkungan kampus ISIF," ujar Ujar Azis.

Pengawas Bank Sampah Berkasih, Muhamad Yani SH menambahkan, target utama dari kegiatan ini adalah meningkatkan partisipasi aktif seluruh civitas akademika dalam tata kelola sampah.

Dengan terbentuknya sub-unit di ISIF, kini kampus tersebut memiliki pengurus resmi yang akan mengelola limbah domestik secara mandiri dan terorganisir.

BACA JUGA:Pansus II DPRD Soroti Kabel Semrawut dan Menara Tak Berizin

"Harapannya, seluruh pihak di ISIF dapat berkontribusi langsung dalam menangani sampah, khususnya di wilayah Kelurahan Karya Mulia,” harap Yani.

Dengan adanya pengurus yang baru dibentuk, pihaknya berharap  manajemen sampah di kampus ISIF akan lebih profesional dan berdampak positif bagi lingkungan sekitar.

Yani menegaskan program Bank Sampah selama ini telah aktif bergerak di tingkat RW dan kini mulai merambah ke sektor pendidikan sebagai bagian dari upaya edukasi berkelanjutan bagi generasi muda.

Menurutnya, partisipasi wilayah dalam program ini cukup merata di berbagai titik strategis kelurahan.
"Di Kelurahan Karyamulya yang sudah terlibat itu baru enam RW," ujarnya.

BACA JUGA:Pj Sekda Indramayu Dilantik, Lucky Hakim Dorong Transformasi Digital Pemerintahan

Pihaknya membeberkan, wilayah RW yang telah tergabung dalam program ini meliputi RW 04, RW 05, RW 10, RW 11, RW 13 dan RW 14. Khusus untuk RW 14, ia menambahkan bahwa fokus kegiatannya lebih diarahkan pada sektor pendidikan, meski secara administratif tetap berada di wilayah tersebut.

Diharapkan dengan keterlibatan enam RW ini, dampak positif dari program dapat dirasakan lebih luas oleh warga Karyamulya dan menjadi motivasi bagi wilayah RW lainnya untuk ikut serta di masa mendatang. (abd)

Kategori :