Mengapa Lahirnya Pancasila pada 1 Juni, Bukan 22 Juni atau 18 Agustus?

Senin 01-06-2026,18:17 WIB
Reporter : Asep Kurnia
Editor : Yuda Sanjaya

4. Kesejahteraan Sosial

5. Ketuhanan yang Berkebudayaan

Soekarno bahkan menawarkan versi ringkas "Trisila" (Sosio-nasionalisme, Sosio-demokrasi, Ketuhanan), bahkan "Ekasila" yaitu Gotong Royong.

2. Tanggal 22 Juni 1945 - Versi Piagam Jakarta (Panitia Sembilan).

BACA JUGA:Pecinta Musik Wajib Tahu! BRImo Hadirkan Diskon Spesial 25% untuk Pembelian Tiket Prambanan Jazz Festival 2026

Naskah yang diberi nama Piagam Jakarta oleh Muhammad Yamin. Isinya adalah rumusan dasar negara versi kompromi kubu Islam yang bersedia menerima bentuk negara nasional, bukan negara Islam. Syaratnya sila pertama memuat kewajiban syariat.

Hasil lobi kelompok Islam dalam Panitia Sembilan dirumuskan sebagai berikut:

1. Ketuhanan, dengan kewajiban menjalankan syariat Islam bagi pemeluk-pemeluknya

2. Kemanusiaan yang adil dan beradab

BACA JUGA:Saatnya Upgrade Kartu ke BRI Debit Contactless Mastercard, Nikmati Promo Cashback & Jelajahi Dunia Tanpa Batas

3. Persatuan Indonesia

4. Kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan perwakilan

5. Keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia

3. 18 Agustus 1945 — Versi Final (PPKI, yang berlaku sampai sekarang)

BACA JUGA:Suasana Jelang Pemakaman KH Adib Rofiuddin Izza, Kapolda hingga Tokoh Nasional Berdatangan

Sehari sebelum proklamasi, ada pertemuan darurat. Tokoh dari Indonesia Timur, mayoritas non-Muslim, menyampaikan keberatan keras terhadap Piagam Jakarta. 

Kategori :