Berdasarkan data yang dimiliki BPS, sektor perdagangan masih menjadi penyumbang terbesar terhadap perekonomian Kota Cirebon dengan kontribusi sekitar 33 persen.
BACA JUGA:SPMB Jabar 2026 Ditutup, Ini Jadwal Daftar Ulang dan Tahap 2 yang Wajib Diketahui
BACA JUGA:Dean Zandbergen Ungkap Fakta Soal Proses Naturalisasi, Beda Nasib dengan Luke dan Mitchell Baker?
Sementara itu, sektor pariwisata yang mencakup usaha hotel, restoran, dan kuliner memberikan kontribusi sekitar 22 persen.
Besarnya kontribusi kedua sektor tersebut menunjukkan bahwa Kota Cirebon memiliki potensi ekonomi yang cukup besar dan terus berkembang.
Oleh karena itu, data yang akurat menjadi kebutuhan utama untuk menentukan arah pembangunan ekonomi di masa mendatang.
Dalam pelaksanaan Sensus Ekonomi Kota Cirebon tahun ini, BPS menerjunkan sebanyak 232 petugas.
Tiga orang merupakan pegawai organik BPS, sedangkan sisanya adalah mitra statistik yang direkrut secara terbuka dari masyarakat.
Menariknya, minat perempuan untuk menjadi petugas sensus cukup tinggi. Dari total petugas yang direkrut, sekitar 75 persen di antaranya merupakan perempuan.
Dari sisi pendidikan, sebanyak 59,5 persen petugas merupakan lulusan SMA, 7,4 persen lulusan Diploma, 32,3 persen lulusan Sarjana, dan 0,9 persen lulusan Magister.
Keberagaman latar belakang tersebut diharapkan mampu mendukung proses pendataan yang lebih optimal.
Usai pelepasan secara simbolis, para petugas akan turun langsung ke lapangan untuk mendata masyarakat dan pelaku usaha di seluruh wilayah Kota Cirebon.
BPS memastikan koordinasi dengan RT dan RW telah dilakukan agar proses pendataan berjalan lancar.
Berbeda dengan pelaksanaan sebelumnya, sensus kali ini tidak hanya mengumpulkan data usaha, tetapi juga mengintegrasikan pengumpulan data kependudukan sebagai bagian dari efisiensi dan penyempurnaan basis data nasional.
Karena itu, BPS mengimbau masyarakat agar menerima petugas sensus dengan baik dan memberikan informasi yang benar sesuai kondisi sebenarnya.
"Hasil Sensus Ekonomi Kota Cirebon akan menjadi acuan penting dalam penyusunan kebijakan pemerintah ke depan. Kami berharap masyarakat memberikan data yang sebenar-benarnya agar hasil yang diperoleh benar-benar akurat," tegas Samiran.