Salah satu gagasan yang mengemuka adalah mendorong PWI Jawa Barat agar semakin mandiri dan tidak bergantung pada anggaran pemerintah.
BACA JUGA:Abrasi Telan 50 Hektare Lahan Garam di Cirebon, Petani Kehilangan Mata Pencaharian
Penguatan organisasi serta peningkatan kualitas dan kesejahteraan anggota menjadi bagian penting dari arah kepemimpinan yang ditawarkan kepada peserta konferensi.
Memasuki proses pemungutan suara, suasana konferensi berubah semakin tegang. Setiap anggota yang memiliki hak suara mendapatkan kertas untuk menuliskan nama kandidat pilihannya.
Di tengah proses tersebut, para pendukung kedua kandidat masih terlihat santai.
Canda dan tawa sesekali mewarnai suasana. Namun, ketegangan mulai terasa ketika panitia memasuki tahap penghitungan suara.
BACA JUGA:26 Kasus Kekerasan Seksual Terjadi di Kota Cirebon pada 2026, 16 Korban Masih Pelajar
Perolehan suara pada awal penghitungan sempat berlangsung ketat. Nama kedua kandidat beberapa kali saling mengejar dalam perolehan suara.
Namun, seiring penghitungan berlanjut, suara Tantan Sulthon Bukhawan terus bertambah dan mulai meninggalkan perolehan pesaingnya.
Tantan Raih 444 Suara
Hasil akhir pemilihan menunjukkan Tantan memperoleh 444 suara, sedangkan Hardiansyah mendapatkan 247 suara.
Dari total suara yang dihitung, terdapat dua suara abstain dan enam suara dinyatakan tidak sah.
Dengan hasil tersebut, Tantan resmi ditetapkan sebagai Ketua PWI Provinsi Jawa Barat periode 2026-2031.
Perolehan 444 suara menjadi angka yang cukup signifikan dalam kemenangan Tantan.
Hasil tersebut sekaligus menunjukkan besarnya mandat yang diberikan peserta konferensi kepada dirinya untuk memimpin organisasi wartawan di Jawa Barat selama lima tahun ke depan.
Kemenangan Tantan tidak hanya menjadi akhir dari proses pemilihan. Hasil konferensi tersebut juga menjadi awal dari tantangan baru untuk menyatukan kembali seluruh elemen PWI Jawa Barat setelah melewati kontestasi kepemimpinan.