Gampar Menilai Setahun Tidak Ada Perubahan KUNINGAN - Belasan mahasiswa yang tergabung dalam Generasi Muda Pejuang Rakyat (Gampar), berunjuk rasa untuk memperingati satu tahun kepemimpinan Bupati Kuningan Hj Utje Ch Suganda dan Wakil Bupati H Acep Purnama. Aksi mereka dilakuan di depan kantor Pemerintah Kabupaten Kuningan, Kamis (4/12). Aksi ini ditunjukkan untuk mengkritisi dan menuntut realisasi visi dan misi Kuningan MAS dari Utama (Utje-Acep Purnama). Dalam aksi Gampar kali ini diawali dengan melakukan jalan kaki dari Pandapa Paramarta menuju Kantor Bupati Kuningan. Sesampainya di depan pendopo bupati, para pendemo yang membawa spanduk bertuliskan “Rapor Merah Utama, Tuntaskan Masalah-masalah Rakyat”, itu menyanyikan lagu selama ulang tahun kepada bupati dan wakil bupati Kuningan. Korlap Aksi Gampar Yogi Prayudi dalam orasinya mengatakan, tekad menjadikan Kuningan sebagai kabupaten yang mandiri, agamis dan sejahtera (MAS) hanya jadi wacana saja. Di mana ekonomi mandiri yang di gagas Utama sampai saat ini belum ada realisasinya. Bahkan untuk kebutuhan beras saja masyarakat Kuningan membeli dari daerah lain. “Kuningan MAS hanya sebuah slogan belaka, malahan aset Kabupaten Kuningan dijual ke investor asing yang nantinya bakal di eksplorasi, sehingga menyebabkan kerusakan lingkungan,” kata Yogi. Yogi menilai, selama setahun kepemimpinan Utama pelayanan di bidang kesehatan, pendidikan dan infrastruktur belum maksimal. Utama hanya melanjutkan kepemimpinan bupati sebelumnya, yakni H Aang Hamid Suganda, yang tidak lain suami Hj Utje Ch Suganda. Bahkan dirinya menilai, tidak ada ketegasan dari sosok orang nomor satu di Kuningan dalam menjalankan roda pemerintahan. \"Sudah satu tahun visi dan misi yang dilakukan bupati dan wakil bupati Kuningan ternyata nol besar. Kebijakan yang tidak tepat sasaran dan belum dirasakan langsung oleh masyarakat,\" teriak Yogi. Pada pilkada lalu, lanjut Yogi, dirinya ikut menyukseskan pasangan Utama. Oleh karena itu, dirinya menagih janji sebagai konstuennya. “Kami berikan nilai rapor merah kepada kepemimpinan Utama selama setahun ini. Karena Utama hanya melanjutkan program bupati sebelumnya,” tandasnya. Usai melakukan orasi di depan kantor bupati, massa Gempar yang mendapat penjagaan ketat dari kepolisian, kemudian membubarkan diri dengan tertib. Aksi ini juga menjadi perhatian serius dari warga Kuningan yang melintas ke kantor bupati. (mus)
Rapor Merah bagi Pasangan Utama
Jumat 05-12-2014,09:00 WIB
Reporter : Harry Hidayat
Editor : Harry Hidayat
Tags :
Kategori :
Terkait
Terpopuler
Jumat 13-03-2026,15:11 WIB
4 Pelaku Curanmor di Cirebon Ditangkap Polisi, 2 Lainnya Kabur Tinggalkan Senjata dan Motor Curian
Jumat 13-03-2026,10:02 WIB
Cara Dapat Saldo DANA Gratis Rp120 Ribu dari Aplikasi Penghasil Uang 2026, Cukup Main Game Ini
Jumat 13-03-2026,10:16 WIB
Jadwal Persib vs Borneo FC: Bojan Hodak Ungkap Kondisi Terkini Skuad Maung Bandung
Jumat 13-03-2026,12:30 WIB
Volume Sampah TPA Kopiluhur Cirebon Melonjak Selama Ramadan, 200 Ton Lebih per Hari
Jumat 13-03-2026,09:35 WIB
29 Kasus Narkoba Terungkap di Indramayu Awal 2026, Polisi Tangkap 36 Tersangka
Terkini
Sabtu 14-03-2026,09:00 WIB
Aksi Berbagi Ramadan, Prabu Ciayumajakuning Bagikan Ratusan Paket Takjil
Sabtu 14-03-2026,07:01 WIB
Timnas Indonesia Siap Hadapi FIFA Series 2026, Pemain Dikumpulkan Setelah Lebaran
Sabtu 14-03-2026,06:01 WIB
PGRI Kabupaten Cirebon Bagikan 12.032 Takjil Serentak di 40 Kecamatan
Sabtu 14-03-2026,05:01 WIB
Cuaca Idulfitri 2026 di Jabar: Hujan Masih Berpotensi, Waspadai Longsor di Jalur Mudik
Sabtu 14-03-2026,04:34 WIB