Kemenag dan PGM Berikan Klarifikasi KUNINGAN - Kematian Haris Solehudin warga Dusun Pahing Desa Gunungkeling, Kecamatan Cigugur membuat warga geger. Karena kematianya diduga dikeroyok ketika usai menyaksikan pertandingan futsal antarsiswa MTsN Model Cigugur dengan MTsN Sindangsari. Hal tersebut membuat pihak Kemenag dan PGM (persatuan guru madrasah) Kuningan prihatin atas kejadian tersebut. Namun, mereka kompak seperti halnya pihak MTsN Sindangsari, bahwa kematian bungsu empat bersaudara itu bukan karena dikeroyok tapi kematian wajar. “Sekali lagi kami ingin luruskan, Haris bukan meninggal karena dikeroyok tapi meninggal wajar. Kami berani mengatakan hal ini karena banyak bukti, mulai dari hasil visum yang tidak menujukkan ada kekerasan pada tubuh korban hingga pengakuan dari para saksi yang sudah diperiksan pihak kepolisian,” jelas Kepala Kemenag Kuningan H Undang Munawar kepada Radar, kemarin (22/12). Undang yang didampingi Ketua PGM Heri Purnama dan Kasi Madrasah Rohidin menjelaskan, pihaknya berharap dengan adanya keterangan ini bisa meluruskan informasi yang menyudutkan MTsN Sindangsari, khususnya siswa MTs se-Kuningan. Sebab, dengan kejadian ini cukup membuat citra lembaga pendidikan madrasah tercoreng. “Setiap orang pasti mati dan kita tidak mengetahui di mana tempat ajal kita. Begitu juga yang terjadi pada almarhum Haris. Karena meninggal usai menyaksikan futsal, maka dihubungkan dengan kasus pengeroyokan, padahal tidak ada sama sekali,” ucap kepala kemenag yang baru bertugas selama seminggu itu. Heri ikut menambahkan, dengan kejadian ini pasti ada hikmahnya. Tapi pihaknya yakin, bahwa Haris meninggal wajar. Agar tidak ada fitnah, maka hasil otopsi dari pihak kepolisian akan menjawab semuanya. “Masyarakat jangan menyimpulkan yang belum pasti, karena belum ada bukti secara medis. Kita semua serahkan kepada pihak kepolisian mengenai kasusus ini,” jelasnya. Mengenai kegiatan porseni yang rutin dua tahun sekali akan dilakukan usai masuk sekolah. Kegiatan ini sengaja ditunda terlebih dahulu, karena panitia ikut berbelasungkawa terhadap kematian Haris. “Kami sengaja melakukan klarifikasi, karena kalau tidak ada seperti ini akan bahaya kepada anak-anak MTs. Pasalnya, kalau tidak diluruskan, mereka akan timbul perasaan dendam setelah temannya tewas. Padahal, sudah jelas-jelas meninggal secara wajar,” ungkap Heri. Sementara itu, pihak Satreskim Polres Kuningan melakukan olah TKP di GOR Ewangga. Tujuan olah TKP untuk memastikan kronologis kematian Haris. Olah TKP ini untuk mencari gambaran mengenai kebenaran kasus, juga mencocokkan keterangan para saksi yang diperiksa. Olah TKP sendiri berlangsung belasan menit dan menjadi perhatian serius warga yang melintas. “Mengenai hasil otopsi hingga saat ini belum ada hasil DNA, (karena, red) menungu dari tim Puslabfor Polda Jabar. Setelah ada hasil, pihak kepolisian akan langsung menggelar perkara,” ucap Wakapolres Kuningan, Kompol Dian Setiawan yang didampingi Kasat Reskrim Iptu Heri Pramono, kemarin (22/12). (mus)
Kematian Haris Wajar, Bukan Dikeroyok
Selasa 23-12-2014,09:00 WIB
Reporter : Harry Hidayat
Editor : Harry Hidayat
Tags :
Kategori :
Terkait
Terpopuler
Senin 22-06-2026,07:07 WIB
Beredar Pemadaman Listrik Hari Ini di Cirebon, PLN UP3 Cirebon: Hari Ini Belum Ada Pemadaman
Minggu 21-06-2026,18:26 WIB
Fakta Pemadaman Listrik Total 3 Hari di Jawa-Bali, PLN Buka Suara
Minggu 21-06-2026,16:00 WIB
7 Sedan Jepang Bekas Harga 40 Jutaan yang Masih Layak Dibeli, Mesin Bandel dan Tetap Sporty
Minggu 21-06-2026,15:05 WIB
11 Rekomendasi Mobil Bekas untuk Pemula, Perawatan Mudah, Pajak Murah, Irit BBM dan Mesin Bandel
Minggu 21-06-2026,13:31 WIB
Pemakaian Nyaman Keluarga Pasti Senang, Ini 8 Mobil MPV Bekas Buatan Jepang yang Cocok Buat Bepergian Jauh
Terkini
Senin 22-06-2026,12:34 WIB
Festival Serabi Perdana di Cirebon Meriahkan HUT ke-599, Angkat Kuliner Tradisional dan UMKM Lokal
Senin 22-06-2026,12:00 WIB
Fly Over di Perlintasan KA Krucuk Cirebon Segera Dibangun, Solusi Kemacetan dan Keselamatan
Senin 22-06-2026,11:30 WIB
Yenny Wahid Apresiasi Ponpes Ketitang Cirebon, Jadi Pelopor Pesantren Ramah Anak di Indonesia
Senin 22-06-2026,11:19 WIB
Ribuan Pelari Meriahkan Cirebon Run 10K, Kampanyekan Gaya Hidup Sehat Gembira dan Perkuat Sport Tourism
Senin 22-06-2026,11:14 WIB