KUNINGAN – Dalam penyaluran dana kompensasi kenaikan harga BBM, masih muncul lagu lama. Sejumlah warga mengaku tidak menerima dana tersebut secara utuh. Pasalnya terdapat oknum yang diduga menyunat dana yang telah mereka terima. Kabar ini mencuat bersamaan dengan penyaluran dana PSKS (program simpanan keluarga sejahtera) di Kantor Pos Mandirancana, kemarin (25/12). Pada hari itu, jadwal penyaluran di wilayah tersebut meliputi Desa Randobawa, Kertawinangun dan Pakembangan. Beberapa warga mengaku dana yang telah diterimanya dari Kantor Pos dipotong. “Dipinta Rp100 ribu. Malahan karena waktu dulu saya gak ngasih, saya dipinta lagi, jadi totalnya Rp200 ribu,” terang Rusmini (42), warga Desa Kertawinangun. Dirinya mengaku tidak tahu untuk apa dana potongan tersebut. Meski disebutkan untuk disalurkan kepada warga yang tidak mendapatkan, namun Rusmini masih merasa kurang yakin. “Bukan saya saja, yang lain juga sama. Kalau saya dipintanya di rumah, sedangkan yang lain mah waktu masih di Kantor Pos juga sudah dipinta,” ungkap ibu beranak dua tersebut. Istri dari buruh tani itu menegaskan, layak untuk menerima dana PSKS. Sebab, kehidupannya dirasa pas-pasan dengan kondisi rumah yang biasa-biasa saja. “Masa nu gaduh rompok sae kenging, ari abdi nu rumahna kawas kieu terus buburuh Rp25 ribu sapoe, teu kenging, (Masa yang punya rumah bagus dapat, sementara saya yang rumahnya seperti ini (jelek) terus buruh Rp25 ribu sehari, tidak dapat, red),” celetuknya menggunakan bahasa Sunda. Menurutnya, banyak penerima PSKS yang tergolong mampu. Bahkan secara spontan dirinya menyebutkan, ada seorang haji pun mendapatkan dana tersebut. Namun saat ditanya nama penerima bertitel haji, Rusmini menutupi dengan menjawab tidak tahu. Bukan hanya Rusmini, warga desa lainnya pun mengaku mengalami potongan dana dengan alasan yang sama. Hanya saja angka potongan tidak mencapai Rp100 ribu, melainkan hanya Rp50 ribu. Ketika dikonfirmasikan, Kabag Perekonomian Setda Trisman Supriatna menjelaskan, kewenangan penyaluran dana PSKS ada di tangan Kantor Pos. Sedangkan untuk data bersumber dari data BPS. Saat menjawab dugaan potongan, ia mengaku akan segera menindaklanjuti. “Kami akan tindaklanjuti dengan melakukan pengecekan. Mungkin potongan itu atas kesadaran penerima PSKS. Karena masih ada warga lain yang tidak menerima, meski masuk kategori layak menerima. Seperti pada penyaluran raskin kan begitu, orang yang merasa mampu rela untuk menyerahkannya ke orang lain,” terang Trisman. Kendati demikian, langkah tindak lanjut akan dilakukannya. Sebab sebelumnya ia mengaku sudah mengirimkan surat ke seluruh camat untuk ikut mengawasi penyaluran dana PSKS supaya berjalan kondusif. “Kami akan tindaklanjuti. Sekarang saya akan nelepon camat terlebih dulu,” kata dia. (ded)
Dana PSKS Diduga Disunat Rp100 ribu
Jumat 26-12-2014,09:00 WIB
Reporter : Harry Hidayat
Editor : Harry Hidayat
Tags :
Kategori :
Terkait
Terpopuler
Kamis 12-03-2026,08:39 WIB
Program Gentengisasi Jatiwangi Resmi Dimulai, Maruarar Sirait Lepas 14 Truk Genteng Senilai Rp3 Miliar
Kamis 12-03-2026,13:46 WIB
Kebakaran di Gunungjati Cirebon, Diduga Anak Main Petasan di Dalam Rumah
Kamis 12-03-2026,13:07 WIB
Salat Idul Fitri di Alun-alun Kejaksan Cirebon: Target 10 Ribu Jemaah, Ada Skenario Cuaca Ekstrem
Kamis 12-03-2026,10:55 WIB
Mudik Lebaran 2026: Polresta Cirebon Kerahkan 1.200 Personel dan Dirikan 11 Pos Pengamanan
Kamis 12-03-2026,13:25 WIB
Angin Puting Beliung Terjang Mertasinga Cirebon, 128 Rumah Rusak, Ratusan Warga Terdampak
Terkini
Jumat 13-03-2026,06:01 WIB
PMI Kabupaten Cirebon Gelar Orientasi dan Simulasi Bencana, Bentuk Tim SIBAT di Tiap Kecamatan
Jumat 13-03-2026,05:01 WIB
Muhammadiyah Resmi Umumkan Idulfitri 2026, Berikut Dasar Penentuannya
Jumat 13-03-2026,04:30 WIB
Film Na Willa Gelar Nonton Duluan di 22 Kota, Cirebon Kebagian di CSB XXI
Jumat 13-03-2026,04:01 WIB
Kasus Campak di Jabar Meningkat, Warga Diimbau Waspada Saat Mudik Lebaran 2026
Jumat 13-03-2026,03:32 WIB