CIREBON - Unit Pelaksana Teknis (UPT) Dinas Pertanian Perkebunan Peternakan dan Kehutanan (Distanbunakhut) Kecamatan Gempol bersama petani mengadakan penyemprotan hama wereng di Desa Galagamba, Kecamatan Ciwaringin, Jumat (13/3). Kegiatan penyemprotan massal itu itu sedikitnya melibatkan 30 petani. Para petani yang terlibat hanya membawa alat penyemprotan. Sementara untuk obat pestisida penanggulangan hama wereng disediakan UPT Distanbunakhut. Kuwu Desa Galagamba Rasdira mengapresiasi apa yang dilakukan UPT Distanbunakhut tentang usulan petani Galagamba yang meminta dilakukannya penyemprotan hama wereng. Terlebih obat pestisida diberikan secara gratis. “Penyemprotan hama wereng massal ini sangat bermanfaat dan efektif. Kalau melihat area ini sangat jauh sekali, karena area persawahan kita mencapai 218 hektare, tetapi kami sangat mengapresiasi. Karena dinas terkait masih tanggap atas keluhan para petani kami,” katanya kepada Radar. Masih dikatakan Rasdira, pemerintah daerah kalau mau memerhatikan para petani hendaknya bukan hanya soal hama wereng. Tetapi hama tikus juga saat ini tengah melanda petani. Sehingga ia sangat berharap untuk hama tikus pun bisa diperhatikan penanganannya. Kepala UPT Distanbunakhut Kecamatan Gempol, Deden mengatakan, kegiatan penyemprotan masal ini merupakan keinginan petani. Karena banyak hama wereng menyerang area persawahan. Pihaknya meminta maaf jika bantuan yang diberikan maksimal. “Ini atas usulan para petani yang resah karena serangan hama wereng cokelat, tetapi bantuan ini hanya stimulam saja. Karena kami juga bukan hanya desa ini yang harus di perhatikan, karena kami membawahi sebanyak 28 desa termasuk Kecamtan Ciwaringin ini,” ungkapnya. UPT Distanbunakhut Gempol membawahi area pertanian di tiga kecamatan, yakni Gempol, Palimanan, Ciwaringin. Menurutnya serangan hama wereng juga masih belum dikatan berbahya, karena masih di bawah 10 ekor per rumpun padi. “Serangan wereng di sini masih sebatas pengendalian saja, tetapi apabila sudah mencapai 15 ekor per rumpun padi itu sudah sangat berbahya dan harus segera dibasmi. Serta umur padi juga masih 56 hari belum saatnya dikasih obat pestisida lebih banyak,” katanya. (arn)
Distanbunakhut Bersama Warga Semprot Wereng
Sabtu 14-03-2015,10:00 WIB
Reporter : Harry Hidayat
Editor : Harry Hidayat
Tags :
Kategori :
Terkait
Terpopuler
Minggu 15-03-2026,18:30 WIB
Catat! Jadwal One Way dan Contraflow Tol Saat Mudik Lebaran 2026 Lengkap dengan Lokasinya
Minggu 15-03-2026,09:05 WIB
271 Balita Berisiko Stunting di Pegambiran Terima Bantuan Pangan dari MSP
Minggu 15-03-2026,13:43 WIB
DPPKBP3A Berhasil Akses Dokumen Sinta, Korban 'Pengantin Pesanan' dari Cirebon
Minggu 15-03-2026,20:00 WIB
4 Aplikasi Pantau Kemacetan Mudik Lebaran 2026, Cek Kondisi Jalan Langsung dari HP
Minggu 15-03-2026,13:50 WIB
Arus Mudik di Tol Cipali, Lalu Lintas Ramai Lancar
Terkini
Senin 16-03-2026,08:00 WIB
Kelebihan Kekurangan Motor Listrik VinFast Klara A2, Skuter Stylish Harga Mulai Rp11 Jutaan
Senin 16-03-2026,07:00 WIB
5 Efek Samping Jahe yang Jarang Diketahui, Jangan Konsumsi Berlebihan
Senin 16-03-2026,06:00 WIB
KAI Daop 3 Cirebon Tambah Palang Pintu Jadi 4 Sisi di Perlintasan Krucuk, Tingkatkan Keselamatan
Senin 16-03-2026,05:00 WIB
7 Jus Alami untuk Mengatasi Sembelit, Solusi Aman Melancarkan Pencernaan
Senin 16-03-2026,04:00 WIB