PANGURAGAN - Pemerintah Kecamatan Panguragan mengimbau warganya yang mayoritas pengusaha rongsok untuk memerhatikan lingkungan. Karena selama ini lingkungan di Kecamatan Panguragan terlihat kumuh. Tidak hanya kumuh, tapi infrastruktur jalan juga terlihat banyak yang rusak. Hal itu akibat kendaraan berat yang memuat barang bekas hingga melampaui kapasitas. “Meskipun warga Kecamatan Pangguragan dominan mata pencahariannya sebagai penggusaha barang bekas, namun tidak seharusnya menampakkan Kecamatan Pangguragan ini terlihat seperti daerah yang kumuh. Lihat saja seperti jalan pada rusak, kendaraan berat yang berisikan barang bekas terparkir di sembarang jalan, dan tumpukan barang bekas di mana-dimana. Itu kan akan menimbulkan penyakit, saya harap warga sekitar bisa memahami dan menyadari hal ini,” tutur Camat Panguragan Udin Syarifudin kepada Radar, Senin (6/4). Udin menyebutkan, data pengusaha barang bekas yang sudah masuk ke kecamatan sekitar 197 orang dari beberapa desa seperti Kalianyar, Pangguragan, Panguragan Kulon, Panguragan Wetan, Panguragan Lor, Lemah Tamba, Kroya, Karang Anyar, dan Gujeg. Seluruh desa tersebut dominan warganya sebagai pencari dan pengusaha barang bekas. “Data yang masuk ke kami, data dari tahun 2013-2014. Belum adanya perubahan data lagi, karena kami tengah melakukan perbaikan data untuk tahun 2015. Tidak menutup kemungkinan, bertambah atau berkurang,” katanya. Pihaknya berharap kepada seluruh pengusaha barang bekas untuk lebih memerhatikan lingkungan seperti halnya infratruktur jalan. Agar bisa bersama-sama memperbaiki jalan yang terlihat rusak. “Kami juga mengajak para pengusaha untuk bersama-sama memerhatikan jalan yang rusak, akibat dari kendaraan besar yang setiap hari memuat barang bekas melebihi kapasitasnya. Kalau kita hanya menunggu dari pemerintah, maka hasilnya akan lama dan semakin rusak parah. Kami hanya mengajak kesadaran masyarakat untuk bersama-sama membangun kemajuan desa masing-masing,” harapnya. Seharusnya, kata Udin, para pengusaha barang bekas memiliki gudang-gudang besar untuk menyimpan barang-barang bekas tersebut. Sehingga tidak mengganggu kondisi jalan. “Kami sebagai camat Pangguragan hanya mengimbau kepada seluruh pengusaha barang bekas agar tertib dalam menyimpan barang bekas. Bila perlu memiliki gudang besar untuk menyimpannya, sehingga tidak merusak jalan atau lingkungan.” Imbaunya. (arn)
Imbau Pengusaha Rongsok Perhatikan Lingkungan
Selasa 07-04-2015,10:00 WIB
Reporter : Harry Hidayat
Editor : Harry Hidayat
Tags :
Kategori :
Terkait
Terpopuler
Minggu 15-03-2026,18:30 WIB
Catat! Jadwal One Way dan Contraflow Tol Saat Mudik Lebaran 2026 Lengkap dengan Lokasinya
Minggu 15-03-2026,13:43 WIB
DPPKBP3A Berhasil Akses Dokumen Sinta, Korban 'Pengantin Pesanan' dari Cirebon
Minggu 15-03-2026,20:00 WIB
4 Aplikasi Pantau Kemacetan Mudik Lebaran 2026, Cek Kondisi Jalan Langsung dari HP
Minggu 15-03-2026,13:50 WIB
Arus Mudik di Tol Cipali, Lalu Lintas Ramai Lancar
Senin 16-03-2026,00:20 WIB
8 Golongan Penerima Zakat Fitrah Jelang Lebaran 2026, Siapa Saja yang Berhak?
Terkini
Senin 16-03-2026,09:01 WIB
DAM Gelar Iftar Berdaya Bersama Anak Yatim, Pererat Kebersamaan di Bulan Ramadhan
Senin 16-03-2026,08:00 WIB
Kelebihan Kekurangan Motor Listrik VinFast Klara A2, Skuter Stylish Harga Mulai Rp11 Jutaan
Senin 16-03-2026,07:00 WIB
5 Efek Samping Jahe yang Jarang Diketahui, Jangan Konsumsi Berlebihan
Senin 16-03-2026,06:00 WIB
KAI Daop 3 Cirebon Tambah Palang Pintu Jadi 4 Sisi di Perlintasan Krucuk, Tingkatkan Keselamatan
Senin 16-03-2026,05:00 WIB