KUNINGAN - Para penyuluh pertanian dan keluarga berencana (KB) berstatus kontrak provinsi dan pusat saat ini dipusingkan dengan belum diterimanya gaji selama dua bulan. Akibat belum digaji, mereka terpaksa mencari pinjaman untuk menafkahi keluarga. Biasanya, gaji mereka akan dibayar sekaligus pada bulan Maret. Dari informasi yang Radar peroleh, bukan hanya penyuluh pertanian dan penyuluh KB, pengamat hama atau POPT-PHP (Petugas Pengendali Organisme Pengganggu Tanaman-Pengamat Hama Penyakit) juga belum menerima gaji. “Saya benar-benar pusing dengan kondisi ini. Soalnya, kabutuhan hidup tidak bisa ditunda. Tempat kerja saya sendiri tidak bisa berbuat banyak karena gaji bukan tanggungjawab Pemkab Kuningan,” ucap salah seorang penyuluh kepada Radar, kemarin (12/2). Dia mengaku, kejadian tersebut selalu berlangsung tiap tahun. Alasannya karena dana belum keluar, serta berbagai factor lainnya. Kondisi ini berbeda dengan PNS yang tidak ada hambatan terkait gaji. “Beginilah nasib kami, sudah kerja keras, gaji ditunggak. Untungnya masih ada yang mau memberikan pinjaman,” ucapnya. Nasib penyuluh yang punya dua anak ini sedikit beruntung karena punya usaha sampingan. Selain itu, istrinya bekerja sehingga tidak begitu berat dalam memenuhi kebutuhan hidup. “Usaha sampingan memang ada, tapi kan gaji itu adalah hak kami. Harus diberikan dong. Kasihan teman-teman yang belum digaji,” ucapnya. Kepala BKP3 (Badan Ketahanan Pangan dan Pelaksana Penyuluh) Kabupaten Kuningan, Drs H Sadudin MSi mengaku, masalah gaji untuk tenaga harian lepas atau tenaga kontrak, baik provinsi atau pusat, masuk ke rekening bank masing-masing. Sehingga tidak diketahui apakah sudah digaji atau belum. “Yang saya ketahui adalah, gaji mereka 10 bulan oleh pemerintah pusat dan provinsi, dan dua bulan oleh APBD Kuningan,” ucap Sadudin. Sementara itu, Kadistanakan Kuningan, Ir Hj Triastami tidak menjawab pasti mengenai masalah para penyuluh. Dia hanya menyebut bahwa POPT-PHP merupakan petugas provinsi. Bahkan, Kepala Badan Keluarga Berencana dan Pemberdayaan Perempuan (BKBPP) Kabupaten Kuningan, Dra Hj Poppy N Puspitasari yang dihubungi Radar belum merespons. Selama ini, jumlah punyuluh, baik di BKBPP, BKP3 dan juga tenaga harian lepas di Distanakan cukup banyak. (mus)
Dua Bulan Gaji Penyuluh Belum Dibayar
Sabtu 13-02-2016,20:55 WIB
Reporter : Harry Hidayat
Editor : Harry Hidayat
Tags :
Kategori :
Terkait
Terpopuler
Selasa 17-03-2026,09:28 WIB
Catat! Jadwal One Way Nasional Mudik Lebaran 2026, Cek Skema dan Rutenya
Selasa 17-03-2026,15:16 WIB
ASTAGA, Wanita Korban Pembunuhan di Cirebon sedang Hamil 8 Bulan
Selasa 17-03-2026,11:56 WIB
Kasus Vina Cirebon: Mantan Mertua Asal China Temui KDM Sampaikan Hal Ini
Selasa 17-03-2026,13:26 WIB
Mutasi ASN Pemkab Cirebon: 115 Pejabat Resmi Dilantik, Ini Rinciannya
Selasa 17-03-2026,16:30 WIB
Terungkap! Kasus Uang Palsu di Cirebon, Tersangka S Cetak Rp12 Miliar di Rumah
Terkini
Rabu 18-03-2026,08:01 WIB
Jelang Lebaran, Rutan Cirebon Usulkan Remisi dan Salurkan Bantuan Sosial
Rabu 18-03-2026,07:01 WIB
Penentuan 1 Syawal 1447 H, Kemenag Kota Cirebon Pantau Hilal di Gebang
Rabu 18-03-2026,06:01 WIB
19 Lokasi Sholat Idulfitri 2026 Muhammadiyah di Cirebon, Cek Titik Terdekat Anda
Rabu 18-03-2026,05:02 WIB
Siap-siap! One Way Nasional Arus Mudik Dimulai Pukul 12.00 WIB
Rabu 18-03-2026,04:31 WIB