MAJALENGKA – Kecamatan Bersalawat yang digagas Gerakan Pemuda Ansor (GP Ansor) Majalengka bertujuan untuk menjaga keutuhan NKRI. Sebagai warga Negara Indonesia, masyarakat perlu komitmen yang teguh dan kompak. Hal itu ditegaskan coordinator Gebyar Merah Putih dan Kecamatan Bersalawat yang diselenggarakan Pimpinan Cabang GP Ansor Kabupaten Majalengka di Desa Ciomas, Kecamatan Sukahaji, Rabu (19/7) malam hingga Kamis (20/7) dini hari. Koordinator kegiatan, Aan Subarhan mengatakan kegiatan tersebut meneguhkan kembali komitmen kebangsaan masyarakat dan mengajak masyarakat sering bersalawat. Acara dikemas sederhana dan substansinya sering diucapkan dan dilakukan masyarakat. “Kecamatan bersalawat hanya menegaskan kembali dengan cara memasyarakatkan salawat, dan akan menumbuhkan komitmen kebangsaan kita semua sebagai warga negara,” ujarnya. Aan menambahkan kegiatan bukan hanya salawat, agenda yang digelar selama dua hari tersebut juga mengadakan Musabaqoh Tingkat DTA, santuna kepada anak yatim, gebyar merah putih, dan tablig akbar. “Tidak hanya gebyar, tapi juga ada sisi social dan mendidik pelajar untuk mencintai ilmu dan pengetahuan serta mengetahui dan memahami tradisi,” ujarnya. Terpisah, Ketua GP Ansor Majalengka Ahmad Cece Ashfiyadi mengatakan GP Ansor akan tetap dekat dan bersama masyarakat menjaga keutuhan NKRI. Acara yang dikemas dengan sebutan Kecamatan Bersalawat bertujuan mengajak masyarakat lebih mencintai agama dan mencintai keutuhan NKRI. “Kita sangat perlu bersikap tegas terhadap orang maupun kelompok manapun yang mencoba merongrong keutuhan NKRI dengan dalih apapun. Kita tidak terima kalau NKRI dirusak orang maupun kelompok tertentu,” ujarnya. Cece mengajak masyarakat Majalengka sinergi dengan aparat keamanan baik polri maupun TNI, mengantisipasi kelompok-kelompok radikal di tengah masyarakat. Ansor tidak pernah lelah mengajak masyarakat bekerja sama dengan aparat keamanan melawan gerakan-gerakan radikal. Bahkan Ansor mendukung penuh Perppu Ormas yang ditetapkan pemerintah. “Ansor akan selalu di depan mendukung aparat dan pemerintah melawan radikalisme,” pungkasnya. Sementara Wakapolres Majalengka Kompol Ijang Safei mengatakan, saat ini masyarakat harus waspada terhadap konflik SARA. Masyarakat jangan mudah diadu domba atau dihasut karena perbedaan. Wakapolres menyampaikan bahaya proxy war yang berkembang saat ini, dengan mudahnya masyarakat menggunakan media sosial. “Medsos saat ini sudah menjalar di masyarakat, bahkan berbagai hasutan yang akhirnya melahirkan proxy war cukup mengkhawatirkan keutuhan NKRI,” ungkapnya. (bae)
GP Ansor Majalengka Dukung Perppu Ormas
Jumat 21-07-2017,12:33 WIB
Reporter : Dedi Haryadi
Editor : Dedi Haryadi
Tags :
Kategori :
Terkait
Terpopuler
Rabu 30-09-2026,12:35 WIB
Cari Mobil Keluarga Murah? 5 Mobil Bekas Terjangkau Harga Rp80 Jutaan Ini Menarik untuk Dimiliki
Rabu 30-09-2026,08:22 WIB
FIFA ASEAN Cup 2026: John Herdman Dipecat Jika Indonesia Menang Lawan Bangladesh dengan Skor Tipis
Rabu 30-09-2026,07:25 WIB
Cara Memilih Toyota Rush G 2019 Bekas, Jangan Terpaku Harga Sebelum Cek Mesin, Bodi dan Dokumen
Rabu 30-09-2026,09:57 WIB
Bikin Geleng Kepala, 3 iPhone Rp70 Juta Raib: Pelaku Hanya Pakai Celana Dalam
Rabu 30-09-2026,09:07 WIB
Saya Tidak Lulus SMA (Seri 1)
Terkini
Kamis 01-10-2026,06:00 WIB
Jarang Diketahui, Ini 5 Manfaat Tomat untuk Kulit Wajah yang Bisa Didapat dari Pola Makan Sehat
Kamis 01-10-2026,05:52 WIB
Tak Banyak yang Punya, 6 Tanaman Hias Langka Ini Unik, Eksotis, Sulit Dirawat, dan Dibanderol Mahal
Kamis 01-10-2026,05:51 WIB
Ketua Umum PSSI Minta Timnas Indonesia Tidak Remehkan Bangladesh! Begini Isi Pesannya
Kamis 01-10-2026,05:50 WIB
Toyota Innova Barong 2013 Bekas Masih Dicari Keluarga, 7 Seater, Mesin 2.000 cc, RWD dan Fitur Tiap Varian
Kamis 01-10-2026,05:48 WIB