KUNINGAN - Musibah kebakaran hutan kawasan Taman Nasional Gunung Ciremai (TNGC) beberapa waktu lalu direspons Wakil Ketua Komisi IV DPR RI Herman Khaeron dan Direktur Jenderal (Dirjen) Konservasi Sumber Daya Alam dan Ekosistem (KSDAE) Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLH) Wiratno meninjau langsung lokasi kebakaran, Sabtu (23/9). Keduanya mengapresiasi atas partisipasi elemen masyakarat di sekitar kawasan Taman Nasional Gunung Ciremai (TNGC) yang telah membantu memadamkan api sehingga kebakaran tidak semakin luas. \"Kami mengucapkan terima kasih kepada masyarakat yang sudah berpartisipasi memadamkan kebakaran di kawasan TNGC. Kebakarannya cukup parah, namun berkat partisipasi masyarakat kebakaran bisa segera teratasi dan tidak sampai meluas hingga ke kawasan gunung Ciremai,\" katanya saat meninjau di lokasi kebakaran Blok Batu Luhur. Menurutnya, peran serta masyarakat dalam mengatasi kebakaran telah memberikan inspirasi kepada pihaknya merivisi UU nomor 590/1990 tentang Konservasi Sumber Daya Alam Hayati dan Ekosistemnya. Herman mengatakan, Komisi IV DPR RI akan memasukkan dalam revisi UU tersebut norma-norma terkait peran serta masyarakat di dalam kawasan konservasi. Menurut Herman, ke depannya perlu ada kelompok masyarakat konservasi yang dilibatkan secara aktif. Sehingga masyarakat bisa mendapatkan keuntungan dari kawasan konservasi dan alam bisa terjaga. \"Penting ke depannya kelompok-kelompok masyarakat konservasi perlu dilibatkan. Tidak hanya ketika terjadi kebakaran seperti kemarin, melainkan dilibatkan dalam hal pemanfaatan potensi baik wisata maupun pemanfaatan hasil hutan bukan kayu lainnya sehingga masyarakat pun mendapatkan keuntungannya dari kawasan konservasi sekaligus punya tanggungjawab untuk ikut menjaga kelestariannya,\" kata Herman. Senada diungkapkan Dirjen KSDAE Wiratno yang mengharapkan adanya sinergitas antara pengelola Taman Nasional dan masyarakat setempat. Menurutnya, masyarakat sekitar kawasan adalah pihak yang pertama kali akan merasakan dampak dari kerusakan seperti kebakaran, banjir atau longsor. \"Sinergi antara pengelola Taman Nasional dan masyarakat setempat harus terbangun dengan baik karena pengelolaan Taman Nasional yang baik adalah yang benar-benar memberikan manfaat bagi masyarakatnya. Terbukti saat kejadian kebakaran Ciremai kemarin, ternyata 90 persen pemadaman adalah hasil partisipasi masyarakat termasuk TNI dan Polri,\" ujar Wiratno. Oleh karena itu, Wiratno menegaskan, Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) berjanji akan mengelola Taman Nasional yang ada di seluruh Indonesia termasuk TNGC di Kuningan dengan baik sehingga dapat memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat sekitar. Melalui cara tersebut, kata dia, diharapkan bisa menjadi solusi atas polemik pro dan kontra di masyarakat terhadap keberadaan Taman Nasional Gunung Ciremai selama ini. \"Visi saya ke depan bagaimana mengurus Taman Nasional yang memberikan manfaat ekonomi kepada masyarakat setempat. Ketika keberadaan Taman Nasional tersebut dirasakan manfaatnya oleh masyarakat sekitar, maka secara otomatis mereka pun dengan sukarela akan turut serta menjaga kelestarian dan kelangsungannya,\" katanya. Sementara itu, kebakaran hutan lereng Gunung Ciremai yang terjadi selama dua hari pada Kamis hingga Jumat (21-22/9) lalu menyebabkan sekitar 112 hektare lahan hangus terbakar. Dari total lahan yang terbakar, sebanyak 105 hektare masuk wilayah Kabupaten Kuningan dan 7 hektare berada di Kabupaten Majalengka. \"Kawasan hutan yang tebakar sebagian besar adalah lahan yang banyak ditumbuhi alang-alang. Ada juga lahan yang baru ditanami pada tahun 2015 lalu, ikut terbakar tapi hanya sebagian,\" ujar Kasi Wilayah I Kuningan TNGC San Andre Jatmiko yang turut serta mendampingi perjalanan Anggota DPR RI dan Dirjen KSDAE. (fik)
Save Ciremai dari Kebakaran
Senin 25-09-2017,14:35 WIB
Reporter : Dedi Haryadi
Editor : Dedi Haryadi
Tags :
Kategori :
Terkait
Terpopuler
Sabtu 21-03-2026,10:46 WIB
2 Terduga Maling Motor Babak Belur Dihajar Warga di Cirebon Saat Lebaran
Jumat 20-03-2026,22:00 WIB
Jalur Pantura Susukan Sepi di H-1 Lebaran, Pedagang Pilih Kukud Lebih Awal
Jumat 20-03-2026,16:00 WIB
HP 1 Jutaan Terbaik untuk Lebaran, Redmi A7 Pro Punya Baterai 6000mAh dan Layar 120Hz
Jumat 20-03-2026,15:30 WIB
Identitas Tersangka Penyiraman Air Keras Aktivis KontraS Terungkap, Polisi Pastikan Data Sinkron
Jumat 20-03-2026,18:38 WIB
H-1 Lebaran, Penjualan Bunga Tabur di Makam Jabang Bayi Cirebon Melonjak Drastis
Terkini
Sabtu 21-03-2026,14:01 WIB
Resmi Diluncurkan di Indonesia, Samsung Galaxy S26 Series dan Buds4 Pro Siap Meriahkan Malam Takbiran
Sabtu 21-03-2026,13:30 WIB
Salat Id Perdana di Gedung Sate Bersama KDM, Dedi Mulyadi Sampaikan Pesan Menyentuh
Sabtu 21-03-2026,13:01 WIB
Lepas Mudik 1.431 Pekerja Panasonic, Menaker: Perusahaan Harus Memanusiakan Pekerja
Sabtu 21-03-2026,12:30 WIB
Jusuf Kalla Soal Gaji Menteri Dipotong: Cuma Rp19 Juta, Kecil!
Sabtu 21-03-2026,12:00 WIB